INILAH.COM, Jakarta - Dengan rendahnya laju inflasi pada bulan Juni lalu membuka peluang bagi penurunan BI rate. Hal ini mendorong saham-saham perbankan menarik untuk dikoleksi investor.
Dalam sebuah analis dijelaskan saham-saham perbankan yang menarik dikoleksi adalah saham-saham seperti BRI (BBRI). "Hal ini karena kinerja BBRI yang lebih defensif mengingat eksposur kredit perseroan yang sebagaian besar di UMKM yang lebih tahan banting saat krisis," kata analisa tersebut.
Data statistik di BPS mencatat pada bulan Juni terjadi inflasi sebesar 0,11%. Untuk inflasi tahun kalender dari Januari - Juni 2009 atau semester I 2009 sebesar 0,21%. Unntuk inflasi year on year atau Uni 2009 terhadap Juni 2008 sebesar 3,65%. Hal ini dipicu penurunan harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang memiliki kontribusi 6,29% terhadap inflasi.
Dengan kecenderungan inflasi dan BI rate rendah maka saham BBRI mendapat sentimen positif ke depan. Apalagi pada kuartal I tahun ini telah membukukan laba naik 22,02% menjadi Rp 1,718 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,408 triliun. Hal ini disebabkan kenaikan pendapatan bunga mencapai 29,47% menjadi Rp 8,318 triliun dari Rp 6,424 triliun di periode yang sama tahun lalu.
BBRI sampai akhir tahun tetap optimis dengan menyiapkan dana untuk ekspansi kredit sebesar Rp 40 triliun di sektor UKM, konstruksi dan korporat BUMN untuk mencapai target kredit 18-20%. Untuk laba ditargetkan mengalami kenaikan 15 - 20%. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !