INILAH.COM, Jakarta - Bicara soal Lola Amaria identik dengan penampilan sederhana dan kecuekan. Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 ini terlihat jarang berdandan, kecuali untuk acara tertentu.
Saat ini, Lola sedang sibuk menggarap film tentang TKW. Sampai sejauh mana pembuatan film tersebut? Kepada INILAH.COM Lola bercerita tentang film terbarunya ini.
Film yang syuting di Hong Kong sudah sampai tahap apa?
Film berjudul Minggu Pagi di Victoria Park. belum jadi, baru mau syuting. Kami mulai syuting September akhir, setelah Lebaran, terus skenario mau masuk draf empat. Sekarang lagi persiapan casting dan hunting lokasi serta merekrut kru dari Hong Kong. Yah, capek berhubung aku merangkap dari sutradara sampai pemain.
Sudah dapat dana untuk pembuatan filmnya?
Alhamdulillah sudah ada. Ada produser dan kami juga cari dana. Kerja bareng. Banyak yang mau bantu, dan dari sponsor yang berkaitan dengan TKI.
Kok, pilih TKW dari Hong Kong, sih?
Hong Kong cenderung nyaman. Sejauh ini, orang kerap berprasangka buruk sama tenaga kerja Indonesia, which is mereka adalah penghasil devisa terbesar setelah migas. Sementara di tempat lain kayak di Timur Tengah atau Malaysia, tidak mungkin tanpa kekerasan. Hong Kong beda. Nyaman, mereka sukses, gaji paling besar, mereka baik, hukum berjalan, dan ada libur. Jadi, kami mau mengangkat yang beda. TKW juga manusia. Mereka jatuh cinta, punya keinginan. Mereka juga punya cita-cita, happy, dan hidup aman tanpa ada siksaan
Itu satu alasan mengapa bikin filmnya senang-senang saja?
Ya, kalau diturutin dengan masalah yang ada nggak jadi-jadi bikin filmnya. Apalagi masalah TKW sekarang lagi jadi sorotan. Pilih yang bikin senang dan gembira aja deh. [L1]