INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (1/7) ditutup naik 33,10 poin (1,63%) ke level 2.059,88 yang dipengaruhi keluarnya data inflasi yang hanya 0,11% dari BPS sehingga investor masuk ke pasar lagi.
Hal itu dikatakan oleh analis saham Bhakti Securities, Reza Nugraha, kepada INILAH.COM, Rabu (1/7). "Dengan hasil inflasi yang diumumkan BPS sebesar 0,11% masih sangat rendah sehingga investor menanggapi secara positif sehingga mereka melakukan pembelian lagi," katanya.
IHSG sesi II tidak terpengaruh oleh bursa regional yang sebagian mengalami penurunan. Dengan inflasi yang sesuai harapan maka penguatan masih dapat dipertahankan sampai penutupan.
Volume perdagangan mencapai 4,38 miliar lot saham senilai Rp 2,14 triliun dengan 127 saham naik, 70 saham turunm serta 61 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 8,01 poin ke 400,13 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,82 poin ke 328,28.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik 650 poin ke 17.500, Merck (MERK) naik 500 poin ke 53.000, Unilever Indonesia (UNVR) naik 450 poin ke 9.700, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 400 poin ke 7.900, Semen Gresik (SMGR) naik 300 poin ke 5.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 150 poin ke 6.450, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik 120 poin ke 1.860.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bank Mega (MEGA) turun 525 poiin ke 2.025, Gudang Garam (GGRM) turun 250 poin ke 12.300, Indocement Tunggal Prakasa turun 200 poin ke 7.550, Petrosea (PTRO) turun 200 poin ke 9.700, PP London Sumatera (LSIP) turun 100 poin ke 5.900, Indo Tambangraya megah (ITMG) turun 100 poin ke 19.850. [hid/cms]