INILAH.COM, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulia mengatakan masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga acuan (BI rate) seiring dengan kondisi tekanan inflasi yang tetap rendah di bulan Juni.
"Ruang tetap ada, namun kita kan tidak semata-mata melihat kondisi ekonomi per bulanan, tapi melihat keseluruhannya," katanya di Jakarta, Rabu (1/7).
Ia mengatakan, pada 2009, inflasi diperkirakan rendah. Bahkan menurut dia, bisa saja lebih rendah dari perkiraan BI yang berada di level 5-7 persen pada tahun ini.
Namun demikian, ia mengatakan, pihaknya tetap memakai angka perkiraan 5-7 persen sebagai sikap berhati-hati dan menjaga agar kebijakan tetap kredibel. "Kita tidak mungkinkan memberikan hal yang hanya menyenangkan pasar tapi tidak hati-hati," ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Rabu (1/7), inflasi Juni 0,11%n dan inflasi tahun kalender Januari-Juni 0,21%.
Sementara itu seiring dengan tekanan inflasi yang melemah BI terus melakukan pemangkasan suku bunga BI rate setiap bulannya sejak Desember 2008 hingga Juni 2009.
BI Rate saat ini berada di level tujuh persen. Bunga acuan tersebut telah mengalami pemangkasan sebesar 2,5% (250 bps). Namun sayangnya, penurunan agresif BI rate belum diikuti secara responsif oleh kalangan perbankan. Penurunan suku bunga perbankan masih sangat lambat.
Menurut Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, kondisi ini karena bank masih khawatir dengan adanya risiko terkait kondisi perekonomian yang terjadi akhir-akhir ini. [*/cms]