Kamis, 24 Mei 2012 | 05:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kadin: Bunga Belum Dukung Daya Saing Ekspor
Headline
Bambang Soesatyo - Istimewa
Oleh:
web - Rabu, 1 Juli 2009 | 16:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Suku bunga pinjaman bank yang berlaku saat ini belum mendukung daya saing ekspor nasional.

Dikhawatirkan Indonesia tidak bisa memanfaatkan peluang peningkatan permintaan dunia seiring pemulihan ekonomi global.

"Kadin sudah beberapa kali mengingatkan bahwa perekonomian global mulai masuki jejak pemulihan, mengacu pada pulihnya kegiatan di pasar antar-bank di Uni Eropa dan Amerika Serikat," ujar Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo di Jakarta, Rabu (1/7).

Ia mengatakan, berdasarkan perkembangan itu, pihaknya telah berulangkali mengingatkan otoritas moneter mengenai pentingnya mengoreksi suku bunga pinjaman bank, agar industri berorientasi ekspor dan sektor riil bisa merespons gejala awal pemulihan ekonomi dunia tersebut.

"Kalau sektor bisnis kita tidak mampu merespon pemulihan ekonomi global, kita tidak akan mendapat apa-apa karena produk ekspor kita pasti tidak kompetitif," ujarnya.

Sayangnya, lanjut Bambang, meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) telah diturunkan, penurunan bunga bank belum signifikan. "Suka bunga yang ditawarkan sekarang belum bisa membuat produk ekspor kita kompetitif," tegasnya lagi.

Kondisi suku bunga pinjaman yang masih tinggi tersebut, menurut dia, membuat peluang ekspor yang terbuka sekarang hanya bisa dimanfaatkan eksportir skala besar atau mereka yang sudah punya kontrak.

"Stimulus ekonomi yang berlangsung sukses di sejumlah negara tujuan ekspor kita, sedikit demi sedikit mulai berhasil memulihkan permintaan. Respon kita harus tepat agar bisa mendongkrak pertumbuhan ekspor," ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor nonmigas selama Januari-Mei 2009 masih mengalami penurunan sekitar 21,19 persen dibanding periode yang sama 2008.

Lembaga itu juga melaporkan kinerja ekspor bulan Mei mencapai 9,26 miliar dolar AS atau naik sekitar 9,5 persen dibanding April 2009. Kenaikan ekspor itu, didorong oleh kenaikan ekspor non migas yang tumbuh 13,3 persen, sedangkan ekspor migas turun 12 persen. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.