Jumat, 25 Mei 2012 | 19:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
MA Disebut Mahkamah Ajaib
inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Intan Larawana
web - Rabu, 1 Juli 2009 | 16:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Berdasarkan teori kedaulatan tuhan, satu-satunya kekuasaan Tuhan itu dipegang hakim. Hakim bisa menentukan kematian orang, dan bisa membuat orang sepi bertahun-tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur pusat kajian anti korupsi UGM Zaenal Arifin dalam dialog 'Menata Mahkamah Agung (MA), dan memberantas mafia peradilan' di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (1/7).

"MA tidak mungkin lepas tangan dari peradilan Indonesia, tapi fakta mengatakan alih-alih MA itu bukan Mahkamah Agung, tapi Mahkamah Ajaib," katanya.

Dilanjutkan Zaenal, ada UU yang digodok secara jentikan jari. Dirinya yakin ada kerjaan mafia yang bisa menggolkan UU. Ketika UU MA digolkan sebagai UU, yang hadir di ruang sidang, hanya 89 orang. Padahal, yang menandatangani absensi ada 300-an.

Jika komisi yudisial cacat, maka proses mafia peradilan makin subur. Kecepatan tumbuhnya mafia peradilan makin cepat. Independensi kuasa kehakiman Tuhan bukan suatu ruang hampa yang tidak ada kaitannya dengan yang lain, tetapi berkaitan dengan intregritas.

"Kalau integritas rendah, indepedensi tinggi maka akan membodohkan. Mau tidak mau harus menguatkan KY untuk melakukan pengawasan," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.