INILAH.COM, Jakarta - Terhitung 1 Juli 2009, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengganti akuntan publiknya Yanuar Bey dengan Handoko Tomo.
Hal ini disampaikan manajemen BUMI dalam keterbukaannya ke BEI, Rabu (1/7). Dijelaskan Handoko nantinya yang akan melakukan audit atas laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2009.
Baru-baru ini penilaian Yanuar Bey terhadap akuisisi yang dilakukan BUMI terhadap 3 usaha tambang, yaitu PT Pendopo Energi Batubara, PT Darma Henwa Tbk, dan PT Fajar Bumi sakti (FBS) baru saja menjadi pembahasan hangat di kalangan otoritas bursa dan regulator.
Bahkan berdasarkan penilaian MAPPI, terjadi ketidakwajaran harga beli atas FBS . BUMI sebelumnya mengakuisisi 76,84% saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS) senilai Rp 2,47 triliun atau setara dengan US$ 224 juta.
Dari hasil penilaian yang dilakukan MAPPI, akuisisi PT Fajar Bumi Sakti sebesar US$ 2,47 miliar dianggap terlalu tinggi. Karena tidak mencerminkan harganya, jadi harus ada penyesuaian Rp 370 miliar.
Akhirnya, BUMI melakukan negosiasi ulang terhadap harga jual FBS. Dari hasil kesepakatan dengan pihak penjual, akhirnya kepemilikan BUMI di FBS dikurangai menjadi hanya 50% saja. [cms]