INILAH.COM, Jakarta Embusan angin segar di bursa saham menjalar ke pasar valas dan membuat rupiah berakhir menguat. Salah satu pemicunya adalah pelemahan dolar menjelang libur hari raya kemerdekaan Amerika. Pelaku pasar pun mereposisi dolar mereka.
Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, Rabu (1/7) ditutup menguat 25 poin terhadap dolar AS menjadi 10.180, dibanding posisi kemarin di level 10.205. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah ditransaksikan melemah 15 poin (0,14%) ke level 10.222 per dolar AS.
Ariston Tjendra, analis valuta asing dari Monex Investindo Futures, mengatakan rupiah menguat seiring aksi beli investor asing yang masih memburu aset-aset berisiko dan berimbal hasil tinggi. Terlihat dari aliran dana asing yang masuk ke Indonesia untuk membeli rupiah.
Karena itu rupiah sore ini ditutup lebih menguat ke level 10.180 dan pekan ini rupiah stabil di area 10.200, kata Ariston kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (1/7).
Pelemahan dolar AS saat ini dipicu reposisi pelaku pasar terhadap dolar AS menjelang libur hari raya kemerdekaan AS. Libur tersebut biasanya dirayakan sejak Jumat hingga Senin pekan depan. Menurut dia, pelaku pasar AS tidak berani terlalu lama memegang dolar menjelang libur.
Selain mengantisipasi munculnya berita ekonomi saat liburan yang mempengaruhi dolar, saat ini kondisi mata uang negara adidaya ini masih cenderung volatile.
Mereka enggan memegang dolar terlalu besar. Takut ada perbedaan nilai yang tajam. Karena itu, dolar tidak terlalu kuat untuk sementara ini, imbuhnya.
Sementara di dalam negeri, pemilu presiden 8 Juli pekan depan, dinilainya tidak berpengaruh pada pergerakan rupiah. Lancarnya pelaksanaan pemilu legislatif, membuat rupiah cenderung stabil. Karena itu, politik tidak signifikan lagi pengaruhnya terhadap rupiah.
Siapa pun yang terpilih, pelaku pasar menilai mereka akan menjalankan program yang menurut mereka sesuai dan menguntungkan pelaku pasar, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransasksikan 8.263 terhadap dolar Australia, 14.395 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan 7.078 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan mendominasai penguatan terhadap dolar AS. Hanya lima mata uang yang yang melemah. Yen Jepang turun 0,46% menjadi 96.815, dolar Hong Kong melandai 0,003% ke angka 7.750, dolar Singapura terkoreksi 0,02% ke posisi 1.447, rupee India terdepresiasi 0,12% ke level 47.963, dan yuan China merosot 0,05% terhadap dolar AS ke angka 6.834.
Selebihnya mata uang kawasan menguat terhadap dolar AS. Dolar Australia naik 0,01% menjadi 0.806, dolar New Zealand terangkat 0,12% ke level 0.644, dan dolar Taiwan terapresiasi 0,12% ke angka 32.769.
Won Korsel terdongkrak 0,48% ke posisi 1.267, peso Filipina menanjak 0,07% menjadi 48.105, ringgi Malaysia terkerek naik 0,002% ke angka 3.519, dan baht Thailand merambat naik 0,03% ke level 34.045 per dolar AS. [E2/P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !