INILAH.COM, Jakarta - Cross border initial public offering (IPO) yang diprogramkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) ditargetkan lebih cepat dari terwujudnya ASEAN Linkage yang ditargetkan terlaksana 2015.
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany, ketika ditemui di Jakarta, Rabu (1/7). "Kesepakatan ASEAN linkage kan 2015. Cross border masih belum bisa bilang kapan, tapi bisa lebih cepat," ujarnya.
Fuad menyatakan, program tersebut merupakan bagian dari Asian Linkage dan akan bisa terlaksana segera karena aturan di Indonesia sudah ada yang inline dengan beberapa negara Asia. " Kita kan sudah inline dengan negara lain, Malaysi, Singapura, Thailand. Tapi kan negara Asia banyak," ujarnya.
Menurut Fuad, dengan adanya program tersebut maka risikko pasar bisa lebih kecil dan akan berdampak baik bagi emiten maupun underwriter. "IPO itu nantinya bisa serentak di Asia. Misal dari segi waktu yang tadinya makan 3 hari, nantinya bisa hanya 1 hari," ujarnya.
Namun, untuk aturan terkait Bapepam masih akan mengkajinya lebih lanjut. "Cross border itu masih dalam pengkajian, sudah ada kemajuan. Tapi masih banyak aturan lain yang diperhatikan, seperti mutual recognition masing2 negara," pungkasnya. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !