INILAH.COM, Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) mengusulkan 7 sektor untuk revisi Perpres DNI, diantaranya soal industri rokok, rafinasi dan pulp.
Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai rapat Kordinasi dengan Menko di Jakarta, Rabu (1/7). "Kami dari Depperin mengusulkan sekitar 7 hal yang termasuk dalam DNI, diantaranya soal industri rokok, rafinasi dan pulp," katanya.
Fahmi tidak ada masalah dengan usulan tersebut. Sayangnya, Fahmi mengaku lupa hal-hal apa saja selain ketiga hal tersebut yang masuk dalam revisi Perpres No 77/2007 tentang DNI.
Sementara, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan keputusan dilakukan oleh para menteri sektoral terutama dari sisi revisi seperti kepastian mengenai status dari perusahaan-perusahaan yang go public.
Kemudian ada grant father clock yaitu suatu keputusan sebelumnya yang dihormati untuk tetap bisa memberikan suatu kepastian terhadap operasi dari suatu perusahaan.
Ia menambahkan, masih ada beberapa isu yang belum settle dan oleh karena itu dalam rapat ini akan diberikan waktu 2 minggu bagi para Menteri yang masih akan menformulasikan kebijakan di bidang kesehatan, telekomunikasi, pariwisata, PU.
"Mereka akan memformulasikan policy yang bisa mewadahi kepentingan di satu sisi menjaga kepentingan nasional, melindungi kepentingan masyarakat, memberikan pemihakan kepada kompetisi yang sehat dimana pelaku-pelaku dalam negeri mendapatkan porsi yang cukup dan pasti itu semuanya akan dicoba diakomodasikan dalam kebijakan itu," jelasnya. [war/hid]