Kamis, 24 Mei 2012 | 05:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Depperin Usulkan Revisi Perpres DNI
Headline
Fahmi Idris - Foto/ Subekti
Oleh: Akhirul Anwar
web - Rabu, 1 Juli 2009 | 19:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) mengusulkan 7 sektor untuk revisi Perpres DNI, diantaranya soal industri rokok, rafinasi dan pulp.

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai rapat Kordinasi dengan Menko di Jakarta, Rabu (1/7). "Kami dari Depperin mengusulkan sekitar 7 hal yang termasuk dalam DNI, diantaranya soal industri rokok, rafinasi dan pulp," katanya.

Fahmi tidak ada masalah dengan usulan tersebut. Sayangnya, Fahmi mengaku lupa hal-hal apa saja selain ketiga hal tersebut yang masuk dalam revisi Perpres No 77/2007 tentang DNI.

Sementara, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan keputusan dilakukan oleh para menteri sektoral terutama dari sisi revisi seperti kepastian mengenai status dari perusahaan-perusahaan yang go public.

Kemudian ada grant father clock yaitu suatu keputusan sebelumnya yang dihormati untuk tetap bisa memberikan suatu kepastian terhadap operasi dari suatu perusahaan.

Ia menambahkan, masih ada beberapa isu yang belum settle dan oleh karena itu dalam rapat ini akan diberikan waktu 2 minggu bagi para Menteri yang masih akan menformulasikan kebijakan di bidang kesehatan, telekomunikasi, pariwisata, PU.

"Mereka akan memformulasikan policy yang bisa mewadahi kepentingan di satu sisi menjaga kepentingan nasional, melindungi kepentingan masyarakat, memberikan pemihakan kepada kompetisi yang sehat dimana pelaku-pelaku dalam negeri mendapatkan porsi yang cukup dan pasti itu semuanya akan dicoba diakomodasikan dalam kebijakan itu," jelasnya. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.