INILAH.COM, Bojonegoro - Tim kampanye Megawati-Prabowo di Bojonegoro, Jawa Timur, selama dua hari melatih 430 petugas koordinator desa (kordes) PDIP. Ratusan petugas ini dipersiapkan untuk melakukan hitung cepat di dalam rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2009.
"Dari simulasi yang kami lakukan, hanya ada 10 petugas yang melakukan kesalahan dalam menghitung cepat," kata Ketua Tim Kampanye Mega-Pro di Bojonegoro, Budiono di sela-sela pelaksanaan latihan hitung cepat hari kedua, Rabu (1/7).
Adanya kesalahan itu, maka dilakukan latihan kembali dan diulang beberapa kali. Dengan demikian, menurut dia, petugas yang ditunjuk untuk melaporkan hasil rekapitulasi perolehan suara di dalam Pilpres 2009, tidak akan melakukan kesalahan.
"Dengan adanya latihan ini, kami yakin petugas yang ditunjuk. Ketika bekerja tidak akan salah dalam melaporkan hasil perolehan suara," ujarnya.
Menurut dia, petugas kordes yang ditunjuk tersebut, diwajibkan melaporkan seluruh hasil rekapitulasi perolehan suara ketiga pasangan capres cawapres, yang berlaga di dalam pilpres melalui telepon selular.
Setiap petugas diwajibkan melaporkan hasil rekapitulasi perolehan suara ketiga pasangan capres dan cawapres dengan tanggung jawab masing-masing satu desa atau kelurahan dengan sistim laporan setiap tempat pemungutan suara (TPS).
Selanjutnya, laporan melalui telepon selular tersebut, dihimpun Tim Kampanye Mega-Pro Jawa Timur yang akan melakukan hitung cepat. "Tetapi kami secara langsung bisa mengakses hitung cepat yang dilakukan," imbuhnya.
Persyaratan petugas kordes yang ditunjuk, dilengkapi dengan telepon selular dan sinyal di desa setempat cukup bagus dan mampu mengoperasionalkan telepon selular dengan baik.
Tetapi, lanjutnya, kalau memang di desa setempatsinyalnya tidak ada atau kurang bagus, tetap diminta melapor dengan mencari lokasi yang sinyalnya bagus. [*/bar]