inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Memerangi Kemiskinan pun Perlu Intelijen!

Oleh:
Kamis, 2 Juli 2009 | 05:54 WIB
Di tengah banyaknya pihak yang memojokkan pemerintah dengan mengatakan meningkatnya tingkat kemiskinan dan pengangguran, Badan Pusat Statistik merilis data yang menyatakan jumlah warga miskin menurun 2,4 juta jiwa. Bagaimana mungkin?

Rilis BPS ini mengingatkan peristiwa serupa tahun 2007 di mana saat itu BPS mengeluarkan data menurunnya angka kemiskinan setelah popularitas
SBY merosot. Turunnya popularitas SBY tersebut dikarenakan meroketnya harga kebutuhan poko menyusul melambungnya harga minyak goreng.

Bagaimana mungkin kemiskinan turun, jika harga meningkat sedangkan pendapatan tetap? BPS pun mengubah waktu sensus dari sebelum panen, menjadi setelah panen, di mana saat itu banyak warga yang mendapat kerja sambilan karenanya angka pengangguran dikatakan menurun.

Perang, termasuk perang melawan kemiskinan membutuhkan data intelijen yang valid. BPS adalah intel negara dalam bidang statistik. Jika data yang diajukan tidak akurat, maka strategi melawan kemiskinan pun tidak akan berhasil.

Untuk itu sebaiknya BPS merilis data statistik, bukan data politis!

Ryianto Nugroho
ryanthonugroho@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.