INILAH.COM, Jakarta - Kejadian Mega ditinggal pendukungnya saat berpidato, ternyata membekas di benak kubu SBY-Boediono. Karena itu pasangan nomor urut dua ini mewanti-wanti ke pendukungnya agar tidak meninggalkan acara, sebelum SBY selesai berpidato.
"Sebelum Prabowo ngomong, itu 100 ribu orang pada saat datang. Tapi pada saat Prabowo pidato, denger kampanye dia aja, udah kabur orang-orang pendukungnya. Untuk itu, tanggal 4 Juli nanti jangan pulang dulu. Kalau perlu SBY nanti kita minta nyanyi. Jadi kita disiplin," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Rabu (1/7).
Mantan politisi Partai Golkar ini mengatakan, pesan SBY adalah kesejahteraan rakyat. Sehingga jika ada yang mengatakan yang penting adalah ekonomi kerakyatan, maka itu hanya sebagain kecil dari kesejahteraan rakyat itu sendiri.
Dia mengungkapkan, waktu kerja 24 jam yang dibutuhkan SBY ternyata masih kurang. Dengan demikian, sebetulnya pasangan yang diusung 24 parpol ini patut dihargai. Selain itu, lanjut Ruhut, SBY selalu mengedepankan demokrasi untuk mewujudkan clean governance.
"Kita pantas angkat SBY sebagai bapak pemberantasan korupsi. Selain itu Jakarta akan menjadi miniatur Indonesia," ujar Ruhut. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !