INILAH.COM, New York - Harga minyak meningkat ke level US$ 71 per barel pada pertdagangan Rabu (1/7), seiring dengan berkurangnya cadangan minyak Amerika Serikat (AS) yang menandakan peningkatan permintaan.
Di pertengahan hari pada perdagangan Eropa, harga acuan kontrak minyak menembus level US$ 71,05 per barel atau naik US$ 1,61 pada New York Mercantile Exchange.
Pekan lalu, cadangan minyak AS dilaporkan menurun 6,8 juta barel , berdasar laporan American Petroleum Institute Selasa kemarin. Investor pun berkonsentrasi pada laporan simpanan minyak yang akan dirilis Departemen Energi AS hari ini, yang berkaitan dengan tingkat permintaan.
"Data mengenai simpanan minyak lah yang mendorong investor untuk melakukan aksi beli," ujar Senior Commodity Strategist ANZ Bank Melbourne Mark Pervan.
Pada perdagangan Nymex, gasolin untuk kontrak Agustus naik 3,69 sen menjadi US$ 1,94 per galon dan gas alam turun 4,1 sen menjadi US$ 3,79 per 1000 kaki kubik.
Sementara di London, harga Brent naik US$ 1,78 menjadi US$ 71,08 per barel pada bursa ICE Futures.
" Harga minyak diperkirakan turun 10-15% pada kuartal III, dan baru akan mengalami reboun sebesar 20% pada kuartal IV," pungkas Pervan. [mre/cms]