INILAH.COM, Moroni - Bahia Bakari adalah seorang gadis yang sangat beruntung, ia satu-satunya korban selamat dari kecelakaan pesawat Yemeni Air dari total 153 orang yang diangkut pesawat itu. Bagaimana kisahnya?
"Dia mengatakan saat itu penumpang diberi instruksi untuk memasang sabuk pengaman. Ia mengatakan idak dapat merasakan sesuatu dan mendengar suara orang-orang namun tidak bisa melihatnya karena suasana gelap," demikian penuturan Bahia yang disampaikan ayahnya, Kassim Bakari, seperti dikutip AP, Kamis (2/7).
Bahia mengaku saat itu dia merasakan seperti ada aliran listrik. Sementara Kassim tak henti-hentinya bersyukur karena putrinya yang berusia 13 tahun itu selamat. Gadis cilik itu ditemukan setelah mengapung selama 13 jam di perairan Kepulauan Komoro, tempat pesawat jatuh.
Ia sempat berenang di antara mayat-mayat penumpang lainnya dan berpegangan di puing-puing pesawat hingga tim penyelamat menemukannya pada pukul 04.00 waktu setempat. Meski sempat optimis, otoritas Yaman tak yakin akan menemukan korban selamat lainnya.
Dokter mengizinkan Bahia pulang karena tidak terjadi masalah serius dengannya, hanya patah tulang leher belakang dan luka bakar pada lututnya. Selain warga Komoro, ada delapan kewarganegaraan lainnya dalam pesawat itu, Prancis, Yaman, Ethiopia, Filipina, Palestina, dan Indonesia. [vin]