Senin, 28 Mei 2012 | 16:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Pilpres Kacau, Penjarakan KPU!'
Headline
Irman Putra Sidin
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Kamis, 2 Juli 2009 | 11:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta - KPU telah menyerah mengoreksi DPT pilpres yang masih banyak tercecer. Alhasil kisruh DPT berisiko pelaksanaan pilpres kacau. Bila hal itu terjadi, maka KPU harus ditahan.

"Kalau masalah ini (kisruh DPT) terus berlanjut kemungkinan kekacauan bisa terjadi. Anggota KPU harus dipenjara alau sampai hal ini terus berlanjut," kata pakar hukum tata negara Universitas Esa Unggul Irman Putra Sidin saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Kamis (2/7).

Irman mengatakan KPU-lah yang pihak yang paling bertanggungjawab bila terjadi huru-hara pasca pilpres karena persoalan DPT. KPU selama ini selalu pesimis dan menyalahkan Depdagri. Padahal KPU merupakan aktor penyelenggara pemilu.

"Bukan Depdagri. Penanggung jawab penuh atas DPT adalah KPU sebagai penyelenggara pemilu," paparnya.

Karena 40 juta pemilih yang tak masuk DPT itu punya hak konstitusional. Masih ada waktu 6 hari tersisa kalau KPU masuk bekerja keras mengoreksi DPT lagi secara maksimal.

"Persoalannya hak mereka tidak terpenuhi. Masih ada waktu 6 hari. Kalau hak ini bisa dimanfaatkan oleh KPU, maka masih bisa di update (DPT) berdasarkan masukan dari para calon, agar tidak ada delegitimasi hasil pilpres," ungkapnya.

Ia menambahkan kalau perlu incumbent harus mengeluarkan Perppu kembali. Kalau sudah diupdate, semua pihak harus setuju untuk menerima apapun hasil pilpres. [ikl/ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.