Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
6 Komentar
7ANcOCK
Kamis, 2 Juli 2009 | 15:54 WIB
Wah, bung Astra seperti tuhan saja, SBY bakal menang. Bung, apapun yang dilakukan SBY jika tak diridloi Tuhan, ga bakal jadi bung...SBY [Seteleh Bambang Yusuf] LANJUTKAN
74 N 70
Kamis, 2 Juli 2009 | 15:34 WIB
Kenapa..sosok yang terkenal santun yaitu SBY sekarang menggunakan isu sara,
kemarin Ruhut DICOPOT.
Saatnya Andy M & Brother DICOPOT donk dari tim kampanye. Beberapa hari lalu mempermasalahkan Agama Katholik, sekr..Orang BUgis (Sulsesl) belum laya memimpin..
gimana donk Pak SBY . katanya NKRI Harga Mati.... tim kampanye anda ini koq..belepotan ?
M 3 R D 4 K 4
astra
Kamis, 2 Juli 2009 | 15:11 WIB
Semakin seru berita inilah.com menjelang pilpres. Analisa-analisa yang muncul menunjukkan keyakinan yang kuat bahwa pendukung SBY sudah semakin berkurang.
Tapi kalau nanti SBY menang, Inilah.Com akan menulis apa ya, menarik untuk diikuti. Mudah-mudahan tidak sedang menyiapkan artikel kecurangan SBY, sebagai plan B kalau SBY menang.
dodi
Kamis, 2 Juli 2009 | 14:41 WIB
Bukan hal baru lg soal dukungan ke JK-WIn. itukan representatif dr strategi pecah belah Belanda yg diadopsi oleh Golkar/Tim sukses JK-Win. Tp judul "Giliran JK permalukan SBY-Boediono" sgt provokatif dan gak nyambung dgn beritanya.
rikson
Kamis, 2 Juli 2009 | 14:29 WIB
Pak JK percaya simbol juga ternyata, lagian atribut kan bs dibeli dimana2. Mudah2an kita memilih bukan berdasarkan simbol. Cukup satu putaran saja ya!
bajuri
Kamis, 2 Juli 2009 | 12:04 WIB
kalau harus ikut DPP itu tandanya ga demokrasi doong...
tidak sesuai azas LUBER langsung umum BEBAS dan RAHASIA
ya to yato...
makanya ada bikin perjanjian pake materai tuh buat buktiin soliditas.. hehehehe melanggar kebebasan berpolitik nih