INILAH.COM, Jakarta - Sosok capres Jusuf Kalla dengan cawapres Boediono dinilai bertolak belakang. Gaya bicara JK yang ceplas-ceplos berbeda dengan Boediono yang sesuai skrip.
"JK itu sosok yang tanpa perencanaan dengan cara Srimulat. Sedangkan Boediono dalam penerapannya mengunakan broadway (pertunjukkan seni di Amerika), yaitu detil sesuai skrip, naskahnya juga bagus," kata pengamat ekonomi Faisal Basri di Toko Buku Kwitang, Jakarta, Kamis (2/7).
Srimulat, ujar Faisal, tanpa skrip dan biasanya cuma dibriefing satu jam. Cara seperti ini ada kelebihan dan kekurangan. Sedangkan tipikal orang yang detail, hasilnya lambat tetapi untuk memastikan semuanya bisa selamat.
Dilanjutkannya, broadway harganya juga lebih mahal dibandingkan srimulat. Model broadway adalah orang yang menjunjung konsistensi. Konsistensi sekalipun salah akan tetap ada hasilnya jika tetap konsisten.
"Daripada yang benar tapi tidak konsisten. Konsistensi lebih penting daripada akurasi," imbuhnya. [bar]