Senin, 28 Mei 2012 | 16:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JK Bak Srimulat, Boediono Broadway
Headline
Faisal Basri - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Mevi Linawati
web - Kamis, 2 Juli 2009 | 11:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sosok capres Jusuf Kalla dengan cawapres Boediono dinilai bertolak belakang. Gaya bicara JK yang ceplas-ceplos berbeda dengan Boediono yang sesuai skrip.

"JK itu sosok yang tanpa perencanaan dengan cara Srimulat. Sedangkan Boediono dalam penerapannya mengunakan broadway (pertunjukkan seni di Amerika), yaitu detil sesuai skrip, naskahnya juga bagus," kata pengamat ekonomi Faisal Basri di Toko Buku Kwitang, Jakarta, Kamis (2/7).

Srimulat, ujar Faisal, tanpa skrip dan biasanya cuma dibriefing satu jam. Cara seperti ini ada kelebihan dan kekurangan. Sedangkan tipikal orang yang detail, hasilnya lambat tetapi untuk memastikan semuanya bisa selamat.

Dilanjutkannya, broadway harganya juga lebih mahal dibandingkan srimulat. Model broadway adalah orang yang menjunjung konsistensi. Konsistensi sekalipun salah akan tetap ada hasilnya jika tetap konsisten.

"Daripada yang benar tapi tidak konsisten. Konsistensi lebih penting daripada akurasi," imbuhnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
15 Komentar
gochi
Jumat, 3 Juli 2009 | 01:10 WIB
srimulat&broadway??.. mmhh.. oke deh bang faisal LANJUTKAN. (jadi antek neoLIB)
doni pasti jail
Kamis, 2 Juli 2009 | 17:41 WIB
wah.. bang faisal udah berbelok arah ... putus as ? , jangan malu maluin alumni dong, jangan seperti si darwin " zorro " , yang udah putus urat malunya
Salemba4
Kamis, 2 Juli 2009 | 14:12 WIB
Tidak sangka Faisal yg tadinya saya anggap sbg "orang kampus" telah MELACURKAN dirinya demi Budiono. Memang pada dasarnya pilpres ini adalah pertempuran antara faham Barat (liberal) dng faham Kebangsaan (Timur). Fahan Barat (liberal) diwakili oleh Bara Hasibuan, Christianto Wibisono, Gunawan Muhammad, Chatib Basri, Hatta Rajasa, Faisal. Mereka "dikomandani" oleh Sri Mulyani dan Budiono. Tidak ada keraguan mereka disponsori oleh Amerika (IMF dan Bank Dunia).
dewi
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:50 WIB
ini nih, pengamat kalo sudah dibeli harganya cuma segini ke laut aja deh.....malu2 in bangsa aja
dewi
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:50 WIB
ini nih, pengamat kalo sudah dibeli harganya cuma segini ke laut aja deh.....malu2 in bangsa aja
ana
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:36 WIB
faisal Basri itu,harus diketahui bahwa dia sampe nangis2 wkt budiono dikatakan neolib,ga salah kl dia komen begitu,krn ya biasalah mau dapat jatah hehehe.. Pengamat yg pro neolib nih kayaknya,tp ga nyadar.
gepeng
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:25 WIB
Inilah pendukung neolib. Merendahkan produk lokal. Broadway tuh gak laku disini dan Srimulat itu "feel" nya keluar dari hati, bukan skrip & text book spt Broadway.
keren
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:19 WIB
ya, tumben banget inilah.com baik, biasanya menjelekan sby-budiono
niken
Kamis, 2 Juli 2009 | 13:18 WIB
ya gak papa dikatakan spt srimulat...paling gk kan srimulat identik dengan rakyat kecil dan tentu saja Indonesia sekali
malingkrangkeng
Kamis, 2 Juli 2009 | 12:37 WIB
wah...pingin jadi menkeu ya bung?....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.