INILAH.COM, Teheran Uni Eropa dinilai Iran tidak memenuhi syarat untuk ambil bagian dalam perundingan program nuklir Iran. Apalagi, Uni Eropa dituduh turut campur dalam kerusuhan di pasca-Pilpres Iran yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang itu.
Hal itu, seperti dilansir BBC, Kamis (2/6), dinyatakan panglima militer Iran Mayjen Hassan Firouzabadi. Uni Eropa melakukan campur tangan dalam aksi protes atas Pilpres yang diperselisihkan, katanya kepada kepala staf gabungan Iran.
Negara-negara anggota Uni Eropa sementara itu sedang menimbang untuk menarik duta besar mereka dari Iran, menyusul ketegangan diplomatik yang terus meningkat. Inggris mengusulkan langkah itu menyusul penahanan sembilan pegawai kedutaan mereka di Iran minggu lalu. Delapan di antaranya kini telah dibebaskan.
Pejabat senior dari negara-negara Uni Eropa sendiri rencananya akan membicarakan usulan ini di Stockholm hari ini. Namun, para diplomat mengatakan, Jerman dan Italia yang menjadi mitra dagang terbesar Iran di Uni Eropa menolak usulan itu. Alasannya, dialog akan lebih menyelesaikan persoalan. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !