Senin, 28 Mei 2012 | 21:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Boediono Neolib Sudah Pupus?
Headline
Faisal Basri - Foto/ Subekti
Oleh: Mevi Linawati
web - Kamis, 2 Juli 2009 | 13:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Anggapan kalau cawapres Boediono seorang penganut neoliberal seharusnya sudah pupus. Ini karena pasar harus tetap diintervensi pemerintah, bukan diserahkan kepada asing.

Hal itu dikatakan oleh ekonom Faisal Basri dalam dialog nalar sebelum memilih dari buku karangan Boediono bertajuk 'Ekonomi Indonesia Mau Dibawa Kemana?' di Toko Buku Gunung Agung, Jakarta, Kamis (2/7).

"Ada tulisan Boediono yaitu relasi antara state dan market, ini menunjukkan tesis Boediono seorang neolib sudah pupus," ujar Faisal.

Tulisan itu menyebutkan, tutur Faisal, pasar harus tetap dikendalikan. Selain itu tentang pengendalian ekonomi makro harus berdasarkan Pancasila. Boediono berusaha menjabarkan nilai Pancasila ke ekonomi Indonesia sesuai dengan UUD 1945.

"Boediono menggambarkan pasar tidak dalam kesempurnaan. Begitu juga dengan parpol dan pemerintahan. Yang sempurna hanyalah model dan bentuknya tanpa ada implikasi yang sempurna. Dan ini ada kegamangan Pak Boed melihat bangsa ini dikelola orang, pemerintahan dan parpol, dan itu salah. Salah pilih pemimpin itu, perubahannya 5 tahun kembali. Ini sulit," tutur Faisal.

Selain itu, Faisal juga mengatakan bahwa alasan Boediono maju dalam perpolitikan adalah karena Indonesia gagal dan Indonesia mengalami kesusahan.

"Pak Boed ingin bangun bangsa dalam 5 tahun. Supaya kekayaan negara tidak dirampok, supaya tidak impor benih, membangun pembangkita listrik yang tidak karuan dan lebih banyak membangun pelabuhan daripada bandara," kata Faisal. [mvi/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
doni pasti jail
Kamis, 2 Juli 2009 | 17:35 WIB
Wah aneh.... kalau buku diterbitkan tahun lalu oke oke aja .... , tapi kok baru sekarang , gimana nih bang faisal udah kesengsem mau jadi pejabat ?
rocky
Kamis, 2 Juli 2009 | 14:18 WIB
Tumben nih inilah.com memuat tulisan pengamat yang pro SBY-Boediono...Bukankah selama ini inilah.com selalu memuat tulisan2 yang selalu menghujat dan mendiskreditkan SBY-Boediono dan pemberitaannya selalu tdk berimbang...?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.