INILAH.COM, Jakarta - Perbankan saling menunggu untuk menurunkan suku bunga deposito. Hal tersebut dilakukan agar dana depositonya tidak lari ke bank lain.
Hal tersebut dikatakan Direktur BNI, Bien Subiantoro ketika ditemui di kantornya, Kamis (2/7). "Begitu BI rate turun, bunga penjaminan turun, seharusnya suku bunga deposito juga turun. Tapi bank bersikap saling tunggu supaya dana depositonya tidak lari ke bank lain," ujarnya.
Namun bank tidak bisa melakukan komitmen bersama, karena nanti terjadi kartel, oligopoli, bahkan bisa dipanggil KPPU. "Jadi kita harus ikuti mekanisme pasar," ujarnya.
Dia melanjutkan deposan besar rata-rata bunganya di atas BI rate, masih ada yang 10% (per Juni). Di BNI sendiri suku bunga kredit di kisaran 10-16%. Awal tahun sempat ada institusi yang dapat 14%.
BI rate memang bunga acuan, tapi tidak secara langsung mempengaruhi cost of fund. Suku bunga di BNI turun terakhir 0,5 %. kalau BI rate pengaruhnya ke konsumen ritel atau individu yang mengikuti bunga penjaminan. [war/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !