Jumat, 25 Mei 2012 | 19:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tinggalkan Irak, AS Serang Taliban
Headline
Istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Kamis, 2 Juli 2009 | 14:24 WIB
INILAH.COM, Nawa Usai menjalankan misi di Irak, serdadu AS kini ditarik ke Afghanistan. Misi mereka adalah untuk 'menstabilkan' keamanan negeri itu dari agresi militan Taliban. Inilah lembaran baru militer AS di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama.

Kami akan tinggal di mana pun yang kami tuju. Di tempat itulah, kami akan membangun pertahanan dan bekerja untuk mempermudah otoritas setempat, dalam hal ini Afghanistan, ujar perwakilan Korps Marinir AS, Brigjen Larry Nicholson, Kamis (2/7).

Hampir empat ribu pasukan Marinir AS dan 650 tentara Afghanistan berarak menuju Provinsi Helmand, salah satu desa di daerah selatan yang memiliki ladang ganja terluas di dunia dan dihuni banyak kaum militan Taliban.

Dengan persenjataan yang lengkap plus helikopter, mereka bertugas melumpuhkan kekuasaan Taliban dalam operasi yang dinamakan Khanjar atau Strike of the Sword (Serangan Pedang). Bagi tentara Afghanistan, gerakan ini merupakan perang modern cepat dan masuk dalam tahapan baru.

Operasi militer AS di Afghanistan itu sempat terlupakan karena rezim mantan Presiden George W Bush terlalu sibuk menggulingkan pemerintahan Saddam Hussein. Apalagi mereka harus membantu Irak menguasai kembali negaranya. Namun kini giliran Afghanistan yang dirapikan.

Kami ingin menunjukkan kepada rakyat Afghanistan, kami datang dan tetap akan di sini hingga mereka mampu menguasai negerinya sendiri. Kami tak ingin dilihat sebagai musuh, sebab tugas kami melindungi mereka dari musuh sebenarnya, kata Jubir Marinir Kapten Bill Pelletier.

Pekan lalu, Inggris melakukan hal yang sama dalam jumlah yang lebih kecil. Mereka mengamankan pemberontakan di Provinsi Helmand dan provinsi tetangganya, Kandhahar. Operasi serdadu asing itu difokuskan pada desa Nawa, 30 km dari ibukota provinsi, Lashkar Gah.

Ketika memasuki Helmand, tentara AS dan Afganishtan langsung mendapat serangan dari kaum Taliban. Namun, tidak ada serangan berat yang berarti.

Menjelang pemilu di Afghanistan, Pentagon akan menambahkan 21 ribu pasukan untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi ini. Mereka menargetkan 68 ribu tentara AS sudah tiba di Afganistan pada akhir 2009. Jumlah ini merupakan dua kali lipat serdadu AS pada 2008 lalu. Di sisi lain, jumlah serdadu Afghanistan juga akan ditambah hingga 134 ribu orang pada 2011.

Amerika sangat bersemangat membersihkan Afghanistan dari kekuasaan Taliban. Pasalnya, kelompok ekstrem yang ditumbangkan saat invasi asing pada 2001 lalu, berencana untuk balas dendam. Mereka terus membuat kekacauan di bagian selatan dan timur, memaksa AS untuk mengirimkan lebih banyak serdadu.

Mengatasi pemberontakan di Afghanistan ini merupakan strategi militer terbaru AS. Obama pada Maret lalu sempat mengatakan pemerintahannya sedang mencari cara mengalahkan Al Qaeda yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan.

Namun, rencana ini banyak mendapatkan pertentangan. Parlemen AS hampir tidak meloloskan dana sebesar US$ 79,9 miliar (Rp 820 triliun) yang akan digunakan untuk operasi militer di Irak dan Afghanistan. Pasalnya, anggaran itu juga akan digunakan untuk menutup penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba. [E2/P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
neo 183
Kamis, 2 Juli 2009 | 20:06 WIB
wah tentara amerika bakal lebih damai.. kekerasan bakal dihanyutkan oleh kedamaian, seiring asap mariuana mengepul di camp2 AS.. Rastaman live up...
megaloman
Kamis, 2 Juli 2009 | 14:58 WIB
Siapa sih sebenarnya yg bikin kekacauan? Taliban Atau AS? Tanya kenapa.. :P
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.