INILAH.COM, Jakarta - Anggota tim kampanye nasional pasangan SBY-Boediono Chatib Basri menilai kenaikan harga minyak mentah Indonesia yang menyentuh 61 dolar AS per barel belum membahayakan APBN.
"Saya melihat APBN masih aman. Kenaikan harga minyak memang menaikkan subsidi, tapi apresiasi rupiah dari Rp11.000-an menjadi Rp10.000-an membuat defisit menurun. Jadi 'net impact'nya APBN masih aman," kata Chatib di Jakarta, Kamis (2/7).
Selain itu, katanya harga minyak mentah Indonesia secara rata-rata masih di bawah asumsi yang ditetapkan sebesar US$ 42 per barel.
"Kenaikan harga minyak dunia kan baru terjadi 3 minggu, sehingga belum menaikkan harga rata-rata secara signifikan," katanya.
Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan anggaran subsidi BBM dan listrik naik dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp67 triliun menjadi Rp102,5 triliun akibat kenaikan harga minyak mentah Indonesia menjadi US$ 61 per barel.
Anggaran subsidi BBM yang dianggarkan sebesar Rp24,5 triliun, diperkirakan membengkak menjadi Rp54,3 triliun atau melonjak 221,5%. Untuk subsidi listrik naik 13,5 persen dari Rp42,5 triliun menjadi Rp48,2 triliun. [*/hid]