INILAH.COM, Teheran Milisi Basij yang menjadi kelompok pendukung pemerintah Iran meminta agar pemimpin oposisi yang kalah Mir Hossein Mousavi, dijatuhi hukuman. Dia dituding telah melakukan sembilan pelanggaran. Apa saja?
Menurut kantor berita separuh resmi Iran, FARS, seperti dilansir BBC, Kamis (2/6), di antara pelanggaran itu adalah propaganda melawan negara. Juga bersekongkol untuk mengganggu keamanan negara.
Dalam sebuah surat kepada Jaksa Agung, milisi tadi mengatakan Mousavi telah terlibat dalam demonstrasi yang menyebabkan 17 pengunjuk rasa dan sejumlah anggota milisi tewas. Namun, belum dijelaskan apakah Kejaksaan Agung telah menanggapi surat itu.
Pilpres 12 Juni lalu telah dimenangkan Presiden Ahmadinejad untuk kembali berkuasa. Namun pihak oposisi menentang hasil itu dengan menyebutnya dicurangi.
Baik Mousavi maupun calon lain yang kalah Mehdi Karoubi, lewat situs masing-masing menyebut pemerintahan apapun pimpinan Presiden Ahmadinejad tidak sah. Mousavi menulis, ''Adalah tanggung jawab kami terhadap sejarah untuk terus memprotes dan berupaya membela hak rakyat.''
Ia juga menyerukan pembebasan mereka yang ia sebut anak-anak revolusi. Hal ini mengacu pada ratusan orang dari kalangan reformis yang ditahan selama protes terjadi. [nuz]