INILAH.COM, Makassar - Merasa terhina dengan pernyataan anggota timkamnas SBY-Boediono, Andi Alfian Mallarangeng, warga Makassar menuntut permintaan maaf dari SBY dan Andi. Andi sebelumnya menyebutkan belum saatnya orang Sulsel memimpin bangsa.
"Pernyataan itu sangat menghina serta melukai hati suku-suku bangsa di Indonesia. Ada kesan dari pernyataan Alfian bahwa hanya suku tertentu saja yang bisa jadi presiden. Padahal semua memiliki kesempatan yang sama. Alfian harus minta maaf. SBY juga harus minta maaf sebagai penanggung jawab timkamnas," ujar Jubir Koalisi Rakyat Sulsel Anti Rasis Subhan Djaya Mappaturung di Monumen Mandala Makassar, Kamis (2/7).
Aksi diikuti seribuan orang dari berbagai kelompok masyarakat di Makassar. Subhan mengatakan, pernyataan Andi sangat tidak etis karena dianggap merendahkan satu etnis, serta bertentangan dengan konstitusi dan semangat NKRI yang mengedepankan kesetaraan dan kesamaan pada semua kelompok suku.
"Jika Alfian dan SBY tidak meminta maaf kepada rakyat Sulsel, jika SBY tak memberi pernyataan sikap terkait Alifian, kami akan menduduki Monumen Mandala Makassar hingga Alfian mendapat sanksi," cetus Subhan.
Permintaan maaf SBY, lanjut dia, harus disampaikan secara terbuka kepada seluruh rakyat Sulsel. Sedangkan permintaan maaf Andi Mallarangeng, selain secara terbuka kepada seluruh rakyat Sulsel, juga melalui iklan media cetak dan elektronik.
"Polisi juga harus memeriksa Andi Alfian Mallarangeng karena telah melakukan tindakan yang berpotensi memunculkan konflik horisontal di Sulsel," tukas Subhan. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !