INILAH.COM, Jakarta - Ada banyak cara menarik simpati para pemilih untuk Pilpres 2009 ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Jusuf Kalla. Ia merilis film pendek tentang dirinya.
Jangan berharap, dalam film durasi enam menit ini, akan ditemui jargon-jargon kampanye Jusuf Kalla. Karena film garapan sutradara muda Hanung Bramantyo, justru banyak menampilkan sosok diri Jusuf kalla yang sebenarnya. Hanung menolak jika film pendek besutannya ini adalah film berbau kampanye.
"Ini adalah kisah Jusuf Kalla hingga dia menjadi sosok seperti yang kita lihat saat ini; mulai dari kecil, ketika mengalami sulit, saat kota kelahirannya mengalami ketegangan poltik, sehingga harus terpisah dari keluarganya," kata Hanung kepada INILAH.COM usai pemutaran perdana film JK di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa,(30/6).
JK, lanjut Hanung, belajar langsung betapa keputusan tetap harus diambil dengan berani di tengah situasi sulit apapun. Selama masa remaja JK selalu melihat bagaimana kedua orang tuanya menjalankan perusahaan dan menunjukkan seorang pemimpin adalah orang yang harus mau berkorban untuk orang banyak.
Peran JK muda dipercayakan kepada Muhammad Ihsan Tarore atau yang biasa dikenal dengan Ihsan Idol. Dipilihnya Ihsan sebagai Kalla Muda menurut Hanung dilandaskan kemiripan wajah pemuda asal Medan itu, dengan tampang Ketua Umum Partai Golkar itu di usia sekitar 16 hingga 24 tahun. Dengan melihat foto-foto Ihsan serta proses audisi singkat, jebolan Indonesian Idol ini dipilih Hanung untuk peran tersebut.
Padahal, Ihsan terbilang minim pengalaman untuk urusan seni peran, dan Hanung pun mengaku sulit mendapatkan gambaran kehidupan Kalla di usia remaja, untuk film singkatnya itu.
"Berdasarkan ekspresi yang ada di foto, kita imajinasikan sendiri, bagaimana gaya Bapak waktu masih menjadi mahasiswa," jelas Hanung.
Dipilih Hanung sebagai sosok JK muda membuat Ihsan juga sendiri merasa tertantang.
"Saya keringat dingin memerankannya. Karena yang diperankan itu orangnya masih ada dan orangnya terkenal. Banyak orang tahu seperti apa sifat Bapak (Jusuf Kalla)," tutur penyanyi berusia 19 itu.
Kesulitan juga dirasakan oleh Ihsan ketika harus bercakap-cakap bahasa Indonesia dengan logat Makassar.
"Saya harus sampai reading tiga hari untuk memperdalam logat Makassar itu. Karena kalau bahasanya itu seperti campuran antara Ambon, Batak, dan Melayu. Ribet (sulit) sekali," ungkap Ihsan.
Rencananya, film JK akan diputar di jaringan bioskop 21 yang tersebar di 65 kota besar sebagai film pembuka sebelum film utama ditontonk.
Tak hanya itu, film JK juga akan ditayangkan di tiga stasiun televisi nasional, yakni RCTI pada hari Rabu (1/7) pukul 19.00 WIB, Indosiar pada hari Jumat (3/7) pukul 20.00 WIB, dan Metro TV pada hari Sabtu (4/7) pukul 19.45 WIB. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !