inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Inilah Manuver Politik Para Capres

Oleh:
Jumat, 3 Juli 2009 | 07:59 WIB
SBY selama sepuluh tahun terakhir ini memang menjadi sosok yang layak jual. Buktinya, pada pilpres 2004, meski hanya didukung partai kecil, merebut kemenangan dari incumbent. Sekarang pun tampaknya keberuntungan masih lekat pada capres kelahiran Pacitan ini. Bagaimana yang lain?

Meski menjadi satu-satunya pasangan yang dicap neolib, namun elektabilitas SBY belum bisa dirobohkan. Hal ini dibuktikan dengan rilis lembaga survei. Meski masih pro-kontra, sampai hari ini beberapa lembaga survei masih menempatkan pasangan SBY-Boediono sebagai kandidat pemenang pada pilpres 8 Juli mendatang.

Bahkan perolehan suaranya pun di atas 50 persen. Itu artinya, pasangan nomor dua ini bakal melenggang ke Istana Negara cukup dengan satu putaran.

Tentu kabar tersebut membuat tim sukses pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto terus memutar otak untuk melawan dominasi kekuatan SBY. Hanya ada beberapa cara jitu, salah satunya melakukan manuver politik dengan program dan janji yang membuat rakyat kesengsem.

Manuver pun sudah dilakoni. Yang paling mencolok dengan akrobat politik pasangan Mega-Prabowo adalah dengan melakukan kontrak politik. Bahkan selama kampanye, sudah ada banyak elemen yang melakukan kontrak politik dengan pasangan yang dikenal dengan jargon pro rakyat ini.

Koordinator Tim Advokasi Pasangan Megawati-Prabowo, Topane Gayus Lumbuun, menuturkan partai politik sebagai infrastruktur politik perlu menyampaikan hal-hal yang seharusnya dilakukan pemerintah, sebagai suprastruktur politik, untuk memenuhi semua komitmennya selama kampanye. Hal itu bisa dilakukan dalam bentuk kontrak politik.

Kontrak politik yang sudah diteken di antaranya dengan kalangan buruh, guru, nelayan, dan mahasiswa. Diharapkan melalui kontrak politik ini, rakyat dapat menagih janji manakala pasangan nomor satu tersebut terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Lain Megawati, lain pula JK-Wiranto. Pasangan ini dalam merayu rakyat lebih menekankan pada program kerja yang langsung mengena. Pasangan nomor tiga ini (salah satunya) meluncurkan program MAMPU (Modal Usaha Mandiri Untuk Pemuda). Pasangan ini sadar, pemuda adalah lumbung suara yang sangat menggiurkan.

Kita akan bantu generasi muda agar dapat bekerja dan berusaha dengan berikan permodalan yang sesuai, antara tiga juta hingga dua puluh juta rupiah, kata capres Jusuf Kalla pada kampanye terbuka di Lapangan Gazebo, Bandung.

Kenapa JK-Wiranto jurusnya tidak sama dengan Megawati, tentu alasannya bukan berarti mereka tak berani melakukan kontrak politik. Namun menurut Yuddy Chrisnandi, lebih baik melaksanakan komitmen daripada menandatangani kontrak politik, tetapi tak melaksanakannya.

Untuk menjaga posisinya, tentu pasangan SBY-Boediono juga tetap melakukan manuver politik. Yang salah satunya dengan jor-joran mempublikasikan keberhasilan yang sudah dilakukan di bawah kepmimpinannya.

Namun sayang, menurut pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra, kontrak politik dan janji politik secara kacamata hukum tidak memiliki ikatan apa-apa. Terlebih bila apa yang dijanjikan dalam kontrak politik itu di luar kewenangannya. Jadi, masyarakat harap berhati-hati saja. Selamat memilih.

Ibnu Syakir
ibnusy@gmail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Siti Nur Aeni @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 01:42 WIB
Ciptakan Pemilu Progresif Agenda pemilu yang kini menunggu titik puncaknya di pemilihan presiden (Pilpres) 8 Juli 2009 mendatang menjadi titik awal kehidupan berbangsa Indonesia untuk masa lima tahun ke depan. Sejatinya kita berharap pemilu kali ini menjadi pemilu yang progresif. Titik awalnya ditandai dengan dimulainya kepemimpinan baru 2009-2014 yang harapannya mampu membawa bangsa ini keluar dari semua persoalan yang tengah melanda. Kepemimpinan 2009-2014 juga diharapkan mampu melakukan perubahan lebih baik bagi kehidupan masyarakat di negeri ini. Pemilu yang progresif menjadikan rekrutmen politik tidak sekadar pesta demokrasi semata yang menghasilkan kekuasaan dari uang, untuk uang, dan oleh uang. Pemilu progresif menghendaki pemilu yang bersih dan akan menghasilkan kekuasaan yang benar-benar berasal dari kepercayaan masyarakat. Pemilu progresif tentu diharapkan akan membawa bangsa ini ke dalam perubahan yang lebih baik. Disadari atau tidak, pemilu sebagai siklus lima tahunan ini akan menjadi hal yang penting dan menjadi catatan sejarah bagi generasi selanjutnya. Melihat banyaknya coretan hitam dalam pemilu legislatif kemarin, kita berharap tidak terjadi dalam Pilpres sehingga tidak menjadi torehan kelam dalam transisi demokrasi di negeri ini. Maka, usaha untuk menciptakan pemilu progresif harus terus di upayakan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan proses demokrasi yang utuh. Mulai dari penuntasan kasus-kasus pelanggaran dalam pemilu legislatif kemarin yang masih belum jelas penanganannya sampai pembenahan DPT untuk pelaksanaan Pilpres 8 Juli mendatang sehingga kasus carut marutnya DPT di pemilu legislatif kemarin tidak terulang lagi. Mewujudkan kampanye yang mencerdaskan masyarakat harapannya bukan jargon-jargon. Kampanye bukanlah sebagai ajang pembodohan yang semata-mata untuk tujuan politik masing-masing. Kampanye juga bukan ajang untuk saling menjatuhkan antar-masing-masing pasangan capres-cawapres. Salah satu esensi dari demokrasi adalah kesiapan mental untuk menerima kekalahan, mengabdi kepada seluruh rakyat, bukan semata-mata pembagian kekuasaan. Kejujuran politik antar-elite politik tentu perlu ditekankan sebagai wujud kesiapan mengabdi pada bangsa ini. Arah dan tujuan jangan berubah untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini. Wallahu a’lam. Siti Nur Aeni Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.