inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Nasabah Ritel Picu Koreksi Rupiah

Headline
Foto/ Bayu Suta
Oleh: Ahmad Munjin
Kamis, 2 Juli 2009 | 18:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penguatan tipis di bursa saham tampaknya gagal mengangkat rupiah ke teritori positif. Meningkatnya permintaan dolar AS oleh korporasi dan masyarakat, menahan penguatan rupiah lebih lanjut.

Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, pada perdagangan Kamis (2/7) melemah 40 poin terhadap dolar AS menjadi 10.220/10.240. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah ditransaksikan menguat 10 poin (0,097%) ke level 10.212 per dolar AS.

Head of Trading Bank Mega Yolanda Moesa mengatakan, setelah menyentuh angka 10.150/US$, rupiah kembali berbalik arah dan melemah. Hal ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan dolar AS dari masyarakat (nasabah ritel) pada masa liburan.

Selain adanya permintaan dolar dari korporasi. "Karena itu nilai tukar dolar menguat dan rupiah terkoreksi ke level 10.220 hingga 10.240," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (2/7).

Namun, ia menilai tidak ada sentimen yang luar biasa secara spesifik menyebabkan pelemahan rupiah. Menurutnya, koreksi rupiah hanya faktor teknikal semata, mengingat saat ini rupiah sedang berada pada fase konsolidasi.
"Ini hanya faktor supply dan demand, di mana kebetulan permintaan terhadap dolar sedikit tinggi sehingga nilai tukar dolar naik," tegasnya.
Yolanda menuturkan, penguatan dolar AS terhadap mata uang utama dan naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak bisa dijadikan alasan pelemahan rupiah. Demikian pula dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap pengumuman BI rate, Jumat (3/7) besok. Pengaruh indikator-indikator tersebut tidak signfikan terhadap terkoreksinya rupiah," paparnya.
Pelaku pasar sebenarnya terbelah dua dalam menyikapi BI rate. Ada yang berharap BI rate stabil di level 7% dengan alasan belum dibutuhkan untuk perekonomian. Namun ada pihak yang menginginkan BI rate turun 25 basis poin ke level 6,75% karena tidak ada lagi saat yang tepat untuk menurunkan suku bunga.
"Setelah pemilu dan memasuki bulan Ramadhan, inflasi akan tinggi sehingga tidak ada ruang bagi BI untuk menurunkan BI rate," ujarnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan 8.174 terhadap dolar Australia, 14.343 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan 7.028 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya empat mata uang yang menguat. Dolar Hong Kong naik 0,0003% menjadi 7.750, dolar Australia terdongkrak 0,60% ke angka 0.803, dolar New Zealand terapresiasi 0,49% ke level 0.636, dan yuan China terangkat 0,01% terhadap dolar AS ke posisi 6.831.
Selebihnya, mata uang kawasan melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,03% menjadi 96.690, dolar Singapura merosot 0,40% ke level 1.449, dolar Taiwan terkoreksi 0,41% ke angka 32.905, won Korsel melandai 0,15% ke posisi 1.269, peso Filipina terkerek turun 0,09% menjadi 48.150, rupee India merambat turun 0,06% ke angka 47.922, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02% ke level 3.520, dan baht Thailand terdepak 0,16% ke posisi 34.097 per dolar AS. [E2/L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
nia @ Kamis, 2 Juli 2009 | 18:53 WIB
Saya tertarik dengan tulisannya Pak AHmad Munjin. Apakah ada alamat akun facebook-nya ya? Saya ingin kenalan lebih jauh. Tks
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.