INILAH.COM, Jakarta Tak hanya produk lampu, Philips makin memperkuat pemasaran rumah lampu di Indonesia. Untuk pasar ini, Philips mengakuisisi Partner in Lighting Interntional perusahaan consumer luminaire terkemuka Eropa.
Dengan semakin berkembangnya pengetahuan konsumen akan desain dan gaya hidup, penggunaan lampu di rumah tidak hanya mengutamakan kualitas pencahayaan, kata Hendra Rusmana Liu, Senior Marketing Manager Philips Lighting PT Philips Indonesia, di Jakarta.
Hendra mengatakan Indonesia merupakan negara ketiga di Asia setelah China dan India yang menjadi tujuan pemasaran produk luminaire itu. Indonesia dipilih karena market bisa menerima produk ini.
Philips ingin tidak hanya dikenal dengan lampunya saja, tapi juga rumah lampunya juga, papar Hendra.
Untuk terjun di bisnis ini, Philips mengakuisisi perusahaan consumer luminaire terkemuka Eropa, Partner in Lighting Interntional (PLI) pada 2007. Berkat akuisisi itu, Philips Lighting kemudian menawarkan solusi total lighting. Philips ingin sebagai one stop solution untuk lighting rumah, tidak hanya di Eropa tapi juga di Indonesia.
Philips Consumer Luminaire itu diposisikan sebagai solusi pencahayaan dengan beragam desain yang disesuaikan dengan fungsi dan suasana ruangan, serta tetap memberikan solusi lampu yang bertahan lama dan hemat energi.
Hendra menjelaskan, produk Consumer Luminaire Philips tersedia dalam tiga konsep solusi yang berbeda sesuai dengan kegunaannya. Konsep ecomood untuk super hemat energi hingga 80%, Acquafit yang didesain untuk penggunaan di lingkungan yang basah seperti kamar mandi. Serta konsep Decorative Lighting yang menyediakan beragam luminaire unik sesuai dengan desain rumah masa kini.
Peluncuran Philips Consumer Luminaire tersebut bersamaan dengan partisipasi Philips dalam ajang pameran Indobuildtech 2009 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 1-6 Juli 2009.
"Dalam pameran ini, Philips memamerkan solusi dan desain lighting terbaru, dimana akan menampilkan inovasi lighting terbaru untuk segmen rumah, kantor dan tempat belanja," kata Hendra.
Rumah lampu itu dipasarkan lewat retail modern tapi juga tetap lewat channel tradional. Selain itu kami masuk ke developer atau yanag kami sebut sebagai channel project, kata Hendra.
Produk Consumer Luminaire yang diluncurkan itu semuanya diimpor. Philip Indonesia belum menjajaki untuk memproduksi lampu serupa di Indonesia.
"Semua produk yang baru diluncurkan ini semuanya diimpor dari China. Sejauh ini, belum ada pemikiran memproduksi di Indonesia," kata Manajer Pemasaran Philip Lighting Indonesia Dedy Bagu Pramono.
Saat ini, di Indonesia, Philip hanya memproduksi dua macam lampu yaitu lampu neon dan lampu pijar. Kedua jenis lampu itu diproduksi Philip di Surabaya sejak tahun 1940-an.[ito]