INILAH.COM, Jakarta - Kecenderungan sekarang investor masih menempatkan pada SBI pada jangka menengah panjang sambil menunggu ekonomi berjalan lagi.
Hal tersebut dikatakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7).
Menurutnya, panjangnya SBI paling lama 9 bulan, namun nanti dengan kecenderungan bahwa kegiatan ekonomi sudah mulai kembali pulih di semester II, dan perbankan juga sudah memberikan kreditnya kembali.
Dengan kondisi tersebut, maka biasanya mereka lebih memerlukan likuiditas, jadi jangan sampai di lock up yang agak panjang. "Mereka akan existing di jangka yang lebih pendek sehingga lebih likuid untuk membiayai perbankan," jelas Hartadi. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !