INILAH.COM, Jakarta - Mesin politik PKB terus membendung isu negatif terkait Boediono dan istrinya yang dikabarkan beragama Katolik. Sekjen PKB Lukman Edy mengaku pernah mengimami salat Boediono.
"Di forum ini saya tegaskan bahwasannya isu tersebut tidak benar. Tujuannya hanya ingin melakukan penggembosan," ujar Lukman Edy di pertemuan dengan Jamaah Thariqah Qadriyah Wa Naqsabandiyah, Kamis (2/7).
Bahkan di rumah Boediono, kata Lukman, juga banyak sekali kaligrafi huruf arab. "Artinya, isu bahwasannya Boediono itu beragama Katolik adalah tidak benar," tambahnya.
Lebih jauh, alumnus Universitas Brawijaya Malang ini mengakui, bahwasannya pihaknya mendapat tugas untuk melakukan kunjungan ke sejumlah pondok guna memenangkan pasangan SBY-Boediono. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi kekuatan salah satu capres yang sering keluar masuk pondok.
Al-Mursyid Thariqah Qadriyah Wa Naqsabandiyah, KH Dimyati Romly yang ikut hadir dalam forum tersebut mengatakan, secara pribadi pihaknya mendukung kepemimpinan SBY untuk dilanjutkan.
Bagaimana dengan wapres Jusuf Kalla yang baru saja mengunjungi kediamannya? KH Dimyati beralasan, wapres Jusuf Kalla hanya bertamu ke kediamannya. Layaknya orang yang bertamu, kata Dimyati, ia akan menerima dan menghormatinya.
"Berdasarkan feeling, saya lebih memilih SBY. Namun untuk jamaah saya persilakan untuk memilih sesuai dengan keinginannya," pungkasnya.
Usai dari Pondok Darul Ulum, rombongan Lukman Edy ini melanjutkan acara konsolidasi internal PKB untuk pemenangan pasangan SBY-Boediono. Acara tersebut bertempat di Kantor DPC PKB Jombang atau yang dikenal dengan Graha Gus Dur. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !