inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Mallarangeng Pukul Jantung Demokrasi'

Headline
Andi Mallarangeng - Foto/ Subekti
Oleh:
Jumat, 3 Juli 2009 | 00:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ucapan Andi Mallarangeng dinilai bukan hanya bersifat SARA. Tapi anggota Tim Kampanye SBY-Boediono itu telah memukul jantung demokrasi.

"Tidak ada satu suku atau ras pun yang bisa dinegasikan atau didiskualifikasi dalam kompetisi demokrasi. Jelas pernyataan tim sukses SBY itu melukai sejarah yang telah ditanamkan secara kuat oleh para pendiri bangsa yang nasionalis ini," kata Jubir Tim Sukses JK-Wiranto, Ichsan Loulembah, di Jakarta, Kamis (2/7).

Ichsan Loulembah yang pernah menjabat Sekretaris Kelompok DPD RI di MPR, mengingatkan Andi Malarangeng, tokoh-tokoh sipil dan militer di masa perjuangan tidak membeda-bedakan asal-usul suku, agama maupun ras mereka.

"Para pemimpin di masa lalu terpilih berdasarkan kualitas dan hal-hal objektif lainnya. Dan mereka datang dari berbagai suku," ujarnya.

Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat, agar jangan sekali-kali melupakan sejarah, sebagaimana kata Bung Karno, Bapak Bangsa Indonesia.

"Sekali lagi, pernyataan Andi itu amat memukul jantung demokrasi yakni prinsip-prinsip kesetaraan," imbuh Ichsan. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
3 Komentar
SARA @ Jumat, 3 Juli 2009 | 17:24 WIB
THE REAL TERORIST...!!!!!!
sukuk @ Jumat, 3 Juli 2009 | 01:44 WIB
ini trio malarangeng harusnya dipenggal sebelum mereka memenggal indonesia!!
Gombal Mukiyo @ Jumat, 3 Juli 2009 | 01:21 WIB
SARA ada dimana-mana. Kelompok wahabis, FPI, dan komunitasnya yang jelas2 mengancam Pancasila & NKRI aja dibiarkan kok baru sekarang ngomong memukul jantung demokrasi segala..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.