INILAH.COM, Jakarta - Baru masuk sesi menyampaikan visi dan misi, debat capres final sudah dipukau oleh penampilan capres Jusuf Kalla. SBY mengaku kewalahan menangkis 'serangan' wapresnya.
Ketika masuk sesi pertanyaan, capres SBY mendapat giliran pertama menjawab soal kisruh DPT. Moderator Dekan Fisipol UGM Pratikno mengajukan pertanyaan bila SBY terpilih menjadi presiden, apa yang akan dilakukan untuk memecahkan persoalan DPT tersebut. Tapi sebelum menjawab, SBY sempat mengeluh dulu.
"Mudah-mudahan bisa menjawab dengan baik, karena belum-belum sudah diganggu oleh Pak Jusuf Kalla tadi," cetus SBY dibarengi gelak tawa hadirin dalam debat capres final di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7).
JK tampak tersenyum mendengar pengakuan SBY, sementara Megawati tak memberikan ekspresi apa-apa. Kemudian, SBY menjawab pertanyaan moderator selama 2 menit.
"Ini memang koreksi besar dari DPT pemilu legislatif kita yang lalu. Kalau kita lihat ke belakang, ini adalah bibit yang tidak baik dalam pemilu ini," ujarnya.
SBY mengaku senang persoalan DPT telah diselesaikan oleh KPU dibantu dengan parpol, dan masyarakat. Ia yakin DPT Pilpres sudah terselesaikan dengan baik, khususnya di masa yang akan datang. [ikl/sss]