inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY Sesalkan Cepatnya Pemekaran Daerah

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/ Wirasatria
Oleh: Mevi Linawati
Kamis, 2 Juli 2009 | 21:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Capres SBY menyesalkan banyaknya daerah yang cepat cepat mau melakukan otonomi padahal belum tentu siap untuk mengelola daerahnya sendiri. Hal ini tercermin ketika ada bupati yang mengeluh kepada dirinya mengenai kondisi daerahnya.

"Lalu saya tanya kenapa kok mau cepat-cepat dimekarkan kalau tidak siap. Ini kan tidak membawa kebaikan untuk rakyat setempat," ujar SBY dalam debat capres putaran III di Balai Sarbini, menjawab pertanyaan mengenai solusi terhadap daerah otonomi yang ternyata tidak punya potensi, disiarkan langsung oleh stasiun RCTI, Jakarta, Kamis (2/7).

Solusinya, kata SBY kedepan untuk moratorium atau berhenti dulu untuk evalusi sesuai dengan grand desain, Yaitu berapa kabupaten kota yang pas sesuai dengan jumlah penduduk supaya efektif.

"Dan kita akan membuat peraturan atau syarat dengan ketat. Jangan asal dimekarkan dan rakyat tidak mendapat apa-apa. Kalau mau dimekarkan di oke kan, siapkan 1-2 tahun ke depan. Saya kira dengan langkah itu bisa atasi upaya pemekaran," kata SBY.

Menanggapi pandangan Megawati tentang penambahan pasal tentang penggabungan kembali dengan induk wilayah, SBY menyatakan dalam UU Otda dimungkinkan pemekaran, dan tetapi juga penggabungan. Jadi kalau ada masalah dalam pemekaran dan akhirnya tidak membawa kebaikan, maka sudah ada solusi yang bisa kita pilih sesuai dengan UU. [mvi/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.