INILAH.COM, Jakarta - Capres SBY menyesalkan banyaknya daerah yang cepat cepat mau melakukan otonomi padahal belum tentu siap untuk mengelola daerahnya sendiri. Hal ini tercermin ketika ada bupati yang mengeluh kepada dirinya mengenai kondisi daerahnya.
"Lalu saya tanya kenapa kok mau cepat-cepat dimekarkan kalau tidak siap. Ini kan tidak membawa kebaikan untuk rakyat setempat," ujar SBY dalam debat capres putaran III di Balai Sarbini, menjawab pertanyaan mengenai solusi terhadap daerah otonomi yang ternyata tidak punya potensi, disiarkan langsung oleh stasiun RCTI, Jakarta, Kamis (2/7).
Solusinya, kata SBY kedepan untuk moratorium atau berhenti dulu untuk evalusi sesuai dengan grand desain, Yaitu berapa kabupaten kota yang pas sesuai dengan jumlah penduduk supaya efektif.
"Dan kita akan membuat peraturan atau syarat dengan ketat. Jangan asal dimekarkan dan rakyat tidak mendapat apa-apa. Kalau mau dimekarkan di oke kan, siapkan 1-2 tahun ke depan. Saya kira dengan langkah itu bisa atasi upaya pemekaran," kata SBY.
Menanggapi pandangan Megawati tentang penambahan pasal tentang penggabungan kembali dengan induk wilayah, SBY menyatakan dalam UU Otda dimungkinkan pemekaran, dan tetapi juga penggabungan. Jadi kalau ada masalah dalam pemekaran dan akhirnya tidak membawa kebaikan, maka sudah ada solusi yang bisa kita pilih sesuai dengan UU. [mvi/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !