INILAH.COM, Jakarta - Sosialisasi pilpres yang mengarahkan untuk mencontreng salah satu capres kian menuai polemik. KPU pun mengaku sosialisasi tersebut hanya kesalahan teknis semata tanpa maksud apapun.
"Materi sosialisasi pilpres yang bentuk spanduk yang dikesankan menguntungkan calon tertentu merupakan variasi materi sosialisasi pilpres oleh KPU, benar- benar itu merupakan kesalahan teknis, by accident dan merupakan kesalahan anggota KPU dalam melakukan kontrol di dalam teknisnya", ujar anggota KPU, Endang Sulastri, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (2/6).
Ia mengatakan, kesalahan kontrol yang dimaksud adalah KPU lalai dalam mengontrol staffnya yang mendesain pembuatan spanduk dan langsung memberikannya ke percetakan. Meski mengakui sebagai suatu kelalaian, namun Endang memastikan KPU tidak berpihak pada capres-cawaprs tersentu.
"Satu bukti yang bisa dilihat begitu kita mengetahui kita langsung menarik spanduk yang diinterpretasikan menguntungkan salah satu pasangan, bahkan sebelum Bawaslu melayangkan surat, spanduk sudah ditarik tangal 26 Juni," terang endang.
Bahkan Endang meperlihatkan bukti berupa alat sosialisasi pencontrengan yang lain, seperti leaflet dan poster yang telah disebarkan di berbagai kabupaten kota. Isi dari leaflet dan poster tersebut tidak sama seperti yang tertulis dalam spanduk spanduk. Terkait hal itu, KPU minta maaf terhadap pihak yang merasa dirugikan,
"KPU menjamin bersikap netral dan tidak memihak pada siapapun, pada calon manapun. Namun apabila ada beberapa kelompok masyarakat ataupun golongan yang merasa menginterpretasikan bahan sosialisasi KPU berpihak pada salah satu pasangan, KPU dengan rendah hati minta maaf," tutur Endang. [jib]