inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

LSI: Mega 6, SBY 7, JK 8

Oleh: Raden Trimutia Hatta
Jumat, 3 Juli 2009 | 07:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Final debat capres berlangsung panas. Pertarungan sengit terjadi antara SBY dan JK soal iklan pilpres satu putaran dan pernyataan rasis Andi Mallarangeng. Meski panas, JK tetap menjadi bintangnya. Lembaga Survei Indonesia (LSI) pun memberi JK nilai 8.

"Secara keseluruhan penampilan JK top form, karena berhasil menampilkan positioning yang tegas, solusi yang konkret dan out of the box yang diselingi joke-joke yang segar. Dari poin 1-10, JK dapat 8, SBY 7 dan Mega 6," ujar peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (3/7).

Burhan memaparkan, dalam menyampaikan visi dan misi, Mega terlalu banyak menjelaskan masa lalu tapi terlalu sedikit menjelaskan problem masa kini dan tantangan masa depan. Sebaliknya, SBY sistematis dalam mengeksplorasi masalah, tapi ketika bicara solusi seputar pilkada, pemekaran dan lainnya, SBY terlalu legalistik atau rule driven.

"SBY lupa dari dulu kita sudah kebanyakan undang-undang dan aturan, tapi permasalahan tetap saja muncul. SBY standar saja, tajam dalam mendiagnosa masalah, tapi jalan keluar yang ditawarkan terlalu konservatif. Penampilan SBY sangat ditolong oleh closing statement yang bagus sekali. SBY siap menang dan kalah," jelasnya.

Kalau JK, sambung Burhan, lebih praktis dan terobosan-terobosan yang ditawarkan misalnya soal penggabungan pilkada, sangat maju. Tapi agresivitas JK menyerang lawan bisa direspon negatif oleh pemilih yang menganggap attacking style itu bertentangan dengan budaya ketimuran.

"Kelemahannya JK juga terlihat dari air mukanya yang kurang simpatik, kurang rendah hati. Untuk kesiapan kalah, yang tidak tampak pada diri Mega. Mega tampil seperti debat-debat sebelumya, kurang fokus dan tidak sistematis. Kelebihan Mega adalah lebih membumi dan selalu ingatkan publik pada cita-cita historis pendiri bangsa," imbuhnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
ana @ Jumat, 3 Juli 2009 | 12:50 WIB
Kalo komentar dari LSI,malas ah....kita2 gak mau percaya lagi.
armand @ Jumat, 3 Juli 2009 | 09:57 WIB
Bung Burhanuddin ini gak usah nyamar jadi pengamat netral!! Rakyat sudah paham bahwa anda bagian dari tim sukses SBY!! lihat aja koment anda beda judul dengan isi!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.