INILAH.COM, Jakarta Perusahaan batubara terbesar PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menggarap tambang emas di Sulawesi selama 2 tahun dengan nilai investasi US$400 juta hingga US$1 miliar.
Demikianlah penuturan SVP Investor Relation BUMI Dileep Srivastava kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat pagi (3/7). Manajeman BUMI telah mengusulkan anggaran modalnya dan sudah disetujui oleh pemegang saham, jelas Dileep.
Pembangunan tambang emas ini, lanjut Dileep masih dalam proses pengeboran. Tambang ini akan menghasilkan emas berkualitas tinggi dan perseroan telah menyisihkan sekitar US$500 juta untuk eksplorasi tembaga, emas, dan bijih besi untuk mendapatkan cadangan komoditas yang baik. Ketika uji kelayakan atas tambang tuntas maka BUMI akan menentukan kapasitas proses penambangannya.
Besarnya nilai investasi tergantung daru kuantitas cadangan metal. Kami akan melakukan peninjauan kapasitas tambang tersebut, tuturnya.
Lebih jauh, ia membeberkan proses uji kelayakan ini akan memakan waktu selama 2 tahun dan nantinya bisnis ini bergerak dalam bidang tembaga, emas, dan bijih besi akan masuk dalam pendapatan perseroan pada 2013. BUMI pun memiliki sejumlah izin di Liberia, yang merupakan hadiah dan ada pula yang masih dalam proses pengajuan.
Perseroan tengah melakukan proses analisis dan survey lapangan untuk menyesuaikan program pengengeboran dengan keadaan cuaca di Liberia, tandasnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !