Jumat, 25 Mei 2012 | 20:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JK 'Bumbu Sedap' Debat Capres Final
Headline
ist
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Jumat, 3 Juli 2009 | 09:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ibarat bumbu garam, penampilan capres Jusuf Kalla dalam debat capres putaran terakhir, menggugah selera penonton. 'Pukulan' JK cukup membuat capres SBY kewalahan.

"Ibarat masakan, JK itu garamnya. Masakan kalau tidak ada garamnya kan hambar, nggak enak. Maka sindiran JK ke SBY itu membuat kita berselera," kata Sosiolog UI Imam B Prasodjo kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (3/7).

Imam mengatakan respon SBY dan Mega terhadap sindiran JK itu bermacam-macam. SBY tertunduk dan tepuk tangan. Sementara Megawati hanya senyum-senyum simpul.

"Sense of human JK sangat tinggi, ini kelebihan JK. Pak SBY jawabannya itu bagus. SBY-JK sebetulnya pasangan bagus dan harus dipertahankan ini pasangan yang luar biasa," ujarnya.

JK, lanjutnya, tampil maksimal dalam debat yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7). Capres nomor tiga ini ibarat memiliki semangat baru untuk tampil habis-habisan.

"Saya kira ini adalah keorisinilan JK. Ia memainkan dua isu, yakni iklan satu putaran SBY dan rasialis," tandasnya. [ikl/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
rakyat
Jumat, 3 Juli 2009 | 16:20 WIB
debat tambah rame... kampanye makin seru di tipi: Iklan DIKNAS VS Iklan MEGA-PRO lucu... lucu.... (sambil geleng2) http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/03/kampanye-makin-seru-iklan-dibalas-iklan/
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.