INILAH.COM, Jakarta - Ibarat bumbu garam, penampilan capres Jusuf Kalla dalam debat capres putaran terakhir, menggugah selera penonton. 'Pukulan' JK cukup membuat capres SBY kewalahan.
"Ibarat masakan, JK itu garamnya. Masakan kalau tidak ada garamnya kan hambar, nggak enak. Maka sindiran JK ke SBY itu membuat kita berselera," kata Sosiolog UI Imam B Prasodjo kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (3/7).
Imam mengatakan respon SBY dan Mega terhadap sindiran JK itu bermacam-macam. SBY tertunduk dan tepuk tangan. Sementara Megawati hanya senyum-senyum simpul.
"Sense of human JK sangat tinggi, ini kelebihan JK. Pak SBY jawabannya itu bagus. SBY-JK sebetulnya pasangan bagus dan harus dipertahankan ini pasangan yang luar biasa," ujarnya.
JK, lanjutnya, tampil maksimal dalam debat yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7). Capres nomor tiga ini ibarat memiliki semangat baru untuk tampil habis-habisan.
"Saya kira ini adalah keorisinilan JK. Ia memainkan dua isu, yakni iklan satu putaran SBY dan rasialis," tandasnya. [ikl/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !