INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Andi Mallarangeng yang terkesan merendahkan suku Bugis, telah menyulut kemarahan rakyat Sulawesi Selatan. SBY pun berpotensi kehilangan suara dari masyarakat Sulawesi Selatan sebesar 48%.
"Dari survei terakhir kami pada bulan Juni ini, memang menunjukkan pemilih SBY di Sulawesi Selatan itu sebesar 48,7%. Dengan adanya pernyataan Andi Mallarangeng itu memiliki potensi menghilangkan suara SBY di Sulsel," ujar Kepala Riset Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (3/7).
Menurutnya, pernyataan Andi Mallarangeng yang terkesan rasis itu memang dapat mempengaruhi image SBY sebagai capres yang salam ini dikenal santun. "Tapi, potensi hilangnya suara SBY itu kecil untuk membalik proporsi pemilih di sana. Sebab ini kesalahan jurkamnya, bukan kandidatnya," kata Purbaya.
Meski berpotensi menghilangkan suara, sambungnya, tapi satu insiden seperti Mallarangeng itu tidak akan mampu merubah peta secara tiba-tiba. "SBY masih populer di kalangan masyarakat sana. Pengalaman kita, di akar rumput untuk merubah pilihan mereka terhadap presiden butuh waktu yang lama," imbuhnya.
Dalam kampanye di Sulawesi Selatan, Boediono didampingi Andi Mallarangeng dan Rizal Mallarangeng. Saat orasi, Andi menegaskan, saat ini belum waktunya bagi orang Bugis menjadi pemimpin nasional. "Lalu kapan anak Sulawesi Selatan? Ada waktunya. Tapi saat ini yang terbaik adalah SBY-Boediono," kata Andi. [mut]