INILAH.COM, Jakarta - Dalam sesi terakhir debat capres final, tiap kandidat capres diukur seberapa siap mereka kalah. Capres JK dengan gayanya yang khas dianggap paling punya mental siap kalah dalam pertarungan Pilpres 2009.
"Iya, JK itu sense of humor-nya kuat. Dia mengutarakan hal itu cukup dibilang sangat siap. Beda dengan Mega dan SBY," kata pengamat politik dan sosiolog UI Imam B Prasodjo saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Jumat (3/7).
Ia mengatakan, dari pernyataan Mega dapat disimpulkan kalau capres nomor 1 itu tidak mau memberikan selamat kepada presiden terpilih. Mega bisa saja menggunakan alasan penyebab kandidat lain menang karena kekacauan DPT pilpres.
"Mega tak cukup kasih selamat, karena bisa saja dia bilang KPU masih salah, soalnya ada kekacauan DPT, jadi tak mau ngasih selamat, nanti saja. Itu akan dijadikan alasan oleh Mega," paparnya.
JK dalam debat capres final menyatakan, yang terbaik pasti menang. Dirinya akan menghormati yang terbaik. "Termasuk apakah saya yang terbaik itu. Tetapi kalau bukan saya yang terbaik, saya akan pulang kampung dan akan mengurus pendidikan dan mengurus masjid. Mengurusi perdamaian jika diperlukan, mengurus pedamaian bangsa Indonesia apabila diperkenankan," ujarnya.
Sedangkan Mega hanya memberikan pernyataan singkat, "Saya akan terus mengabdi dan terus berjuang untuk rakyat Indonesia."
Sementara SBY mengatakan, "Ya, langsung saya akan mengucapkan selamat kepada yang menang. Dan kemudian saya mengajak konstituen saya untuk mendukung beliau siapa pun. Dan saya akan untuk berbuat yang terbaik untuk negara dan bangsa, untuk mendukung pemerintahan yang terpilih. Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik bagi kita semua. Itu yang saya lakukan jika tidak terpilih." [ikl/sss]