inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Ambil Keuntungan, SBY Lepas Tangan'

Headline
Syamsuddin Haris - ist
Oleh: Vina Nurul Iklima
Jumat, 3 Juli 2009 | 10:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pengakuan SBY bahwa iklan Pilpres Satu Putaran bukan miliknya menjadi tanda tanya. Mengambil keuntungan dari iklan tersebut, namun tidak lepas tangan.

"SBY mengambil keuntungan secara tidak etis. Mengambil manfaat tapi tak bertanggung jawab," kata Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7).

Denny JA sebagai penggagas iklan Satu Putaran untuk mendukung SBY otomatis tidak diakui. Padahal dia sudah diundang ke Cikeas. "Itu artinya tidak ilegal. Statemen SBY patut disayangkan," ujar profesor riset bidang politik itu.

Menurut Haris, SBY terpancing ucapan Jusuf Kalla terkait Gerakan Satu Putaran (Gestapu). Padahal kalau tidak menanggapi, SBY akan lebih aman.

Dalam Debat Capres Putaran Terakhir, SBY tertohok Jusuf Kalla terkait iklan Gestapu yang dinilai tidak demokrasi, sebab demokrasi hanya dihargai dengan penghematan Rp 4 triliun. Terpancing 'sentilan' Jusuf Kalla, SBY tidak mengakui iklan tersebut darinya. JK pun menyebut iklan yang bukan dari capres mana pun itu sebagai ilegal. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
3 Komentar
Avgan @ Jumat, 3 Juli 2009 | 11:47 WIB
Jawaban spontan SBY yg menyangkal iklan gestapu tsb menunjukkan secara nyata sifat aslinya, yaitu suka melakukan kebohongan publik. Sifat asli ini selama ini sering ditutup2i lewat politik pencitraan. Tapi dalam situasi terpojok spt ketika di "smash" oleh JK maka tidak cukup waktu untuk mengarang2 pencitraan. Akhirnya keluarlah jawaban jujur tsb.. yaitu "berbohong aja deh"
sa @ Jumat, 3 Juli 2009 | 11:31 WIB
sby plin plan nih.. ga mau ngakui... mau untung ga mau rugi...hehehe
MBROJOL @ Jumat, 3 Juli 2009 | 11:24 WIB
Tiga pasang kandidat, berbagai tipe pilihan tersedia: sedikit kerja sedikit bicara, sedikit kerja banyak bicara, banyak kerja banyak bicara. Silakan pilih sesuai pribadi anda. Tapi titip pesan kpd yg terpilih: perbanyaklah kerja daripada bicara. SELAMAT MENINGKATKAN KINERJA! LEBIH MENINGKAT LEBIH BAIK! TINGKATKAN!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.