INILAH.COM, Jakarta - Dengan mulai berproduksinya LNG Tangguh pada Minggu (28/6) maka hari Sabtu besok sudah akan melakukan pengapalan dengan tujuan Korea sebab Fujian China belum siap sehingga tertunda.
Hal itu dikatakan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat mengatakan, pada Minggu (28/6) lalu, telah dilakukan produksi pertama (frist drop) gas Tangguh.
"Saat ini, masih persiapan untuk pengapalan," katanya.
Menurut dia, pengiriman pertama LNG Tangguh tersebut akan menuju Korea Selatan. "Fujian belum siap, jadi kita putuskan kirim Korea dulu," ujarnya.
Purnomo juga mengatakan, ongkos produksi LNG Tangguh sangat efisien yakni hanya 250.000-270.000 dolar AS per ton atau jauh di bawah produksi sejenis.
"Bandingkan dengan ongkos produksi lainnya yang bisa mencapai tiga juta dolar AS per ton atau Senoro yang 800.000-900.000 US$ per ton. Jadi, Tangguh hanya seperempatnya Senoro," jelasnya.
Ia juga mengatakan, biaya investasi hilir Tangguh mencapai 5,5 miliar dolar AS dan total termasuk hulu sebesar 10 miliar US$.
Proyek LNG Tangguh dikerjakan konsorsium yang dipimpin perusahaan migas asal Inggris, BP Plc. Kapasitas kilang Tangguh mencapai sebesar 7,6 juta ton per tahun dengan cadangan gas sebesar 14 triliun kaki kubik.
Kontrak jual beli LNG Tangguh meliputi Sempra Energy Marketing Co, Meksiko sebesar 3,7 juta ton per tahun, CNOOC, Fujian, China 2,6 juta ton per tahun, Posco dan K-Power, Korea Selatan 1,1 juta ton per tahun, dan 120.000 ton per tahun ke Tohoku Electric, Jepang. [*/hid]