INILAH.COM, Washington - Peluncuran empat rudal Korea Utara pada Kamis 2 Juli kemarin membuat seluruh penghuni semenanjung Korea dilanda kekhawatiran. Namun Amerika Serikat malah menanggapinya dengan biasa saja. Lho kok?
"Mereka memang sudah mengatakan akan meluncurkan rudal. Menurut saya (peluncuran ini) bukanlah sesuatu yang mengejutkan," ungkap Jubir Gedung Putih Robert Gibbs, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/7).
Meski demikian, Washington menganggap tindakan Korut itu merupakan aksi provokasi. Gibbs pun memastikan negara itu akan merasakan dampak sanksi Dewan Keamanan PBB. Terutama setelah mereka melakukan uji coba nuklir 25 Mei lalu meski dikecam komunitas internasional.
"Sanksi termasuk pelarangan pesawat dan kapal yang masuk dan keluar wilayah Korut. Jelas sanksi itu akan memiliki efek," lanjutnya. Korut dilaporkan menembakkan hingga empat rudal di pantai timur, kemarin. Sebelumnya, mereka sempat mengancam akan mengerahkan rudal ke salah satu negara bagian AS, Hawaii.
"Washington sudah menyatakan tidak akan meremehkan rencana peluncuran rudal ke Hawaii bersamaan dengan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli besok, meski Pentagon meragukan rencana itu," pungkas Gibbs. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !