INILAH.COM, Manado - Andi Mallarangeng dianggap mengecilkan Jusuf Kalla dengan mengatakan belum waktunya orang Sulsel memimpin. Padahal Jusuf Kalla bukan politisi karbitan, berhasil menyisihkan 'kaisar-kaisar' Golkar.
Jusuf Kalla maju sebagai capres diusung oleh partai besar seperti Partai Golkar, yang menghimpun berbagai suku dan agama di Indonesia dan terpilih melalui mekanisme kepartaian yang benar.
Menurut pengamat politik Mahyudin Damis dari Universitas Sam Ratulangi, JK harus bersaing dengan tokoh-tokoh besar seperti Akbar Tanjung, Surya Paloh dan Aburizal Bakrie.
"Pak Muladi (Gubernur Lemhanas) dan tokoh muda Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, mengakui kalau pencapresan Pak Jusuf Kalla melalui Partai Golkar cukup fenomenal, karena di Partai Golkar terlalu banyak kaisar," katanya di Manado, Jumat (3/7).
Pencalonan JK dinilainya sebagai momentum penting, karena dalam 25 tahun ke depan tidak ada lagi tokoh asal Sulawesi yang berani mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Mahyudin juga mengatakan, JK meniti karir politik dari bawah dan cukup matang, sehingga bukan kategori politisi asal jadi atau karbitan. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !