INILAh.COM, Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) kemungkinan batal mengakuisisi Telkom di Iran karena risiko yang sangat tinggi.
Hal ini disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai acara pelantikan badan pengelolaan pengembangan wilayah Suramadu di Gedung Depkeu, Jumat (3/7).
"Managemen risikonya yang cukup tinggi. Pihak telkom menilai risiko yang ada, kemudian mereka masih ada pekerjaan manajemen risiko yang harus diselesaikan," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan Telkom tengah menjajaki untuk mengakuisi perusahaan telekomunikasi milik Pemerintah Iran. i.
"Memang dampak dari krisis ini kami akan mengevaluasi terus, kalau untung ya kami teruskan, tapi kalau sebaliknya ya disesuaikan," kata Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah dalam acara jumpa pers di acara 'Investor Summit 2008' di Jakarta, Selasa (25/11) lalu.
Rinaldi juga mengungkapkan Telkom terus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti data dari bank untuk dianalisa.
"Perusahaan Telkom Iran ini mempunyai banyak sekali pelanggan. Kita tahu hampir 80 persen perusahaan itu menguasai pangsa pasar di sana. Kalau jumlah penduduknya saja sekitar 35 juta dan 80 persen dipegangnya, ini sangat strategis," tuturnya. [cms]