INILAH.COM, Jakarta - Mengatakan belum waktunya orang Sulsel menjadi presiden, dan ini saatnya SBY-Boediono, Andi Mallarangeng disinyalir sudah mengetahui hasil Pilpres. Bawaslu harus memanggil anggota Tim Kampanye SBY-Boediono itu untuk mengklarifikasi.
"Bukan waktunya sekarang calon dari Sulsel, dan ini memberikan sinyal sebagai tim kampanye incumbent yang memiliki otoritas dalam tim sebagai pemilu nasional bahwa seolah-olah sudah diketahui hasilnya," kata anggota FPAN Sayuti Asyatiri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7).
Anggota Komisi II DPR ini amat menyayangkan, sebagai kaum intelek, Andi Mallarangeng tak mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Andi perlu klarifikasi apakah sudah tahu hasil pilpres.
"Jangan-jangan ini juga asal-usul pilpres satu putaran karena menurut pengetahun Bung Andi, satu putaran saja, kalau dua boros artinya dia sudah tahu hasilnya," ujar dia.
Selain itu, Bawaslu perlu memanggil Andi, apakah ucapannya melanggar ketentuan UU Pilpres, apakah boleh kampanye bersifat SARA dan memberikan sinyal-sinyal yang bisa menggagalkan Pilpres.
"Seharusnya KPU bisa merespon perdebatan dalam pilpres secara cepat keinginan klarifikasi peserta pemilu. Karena stakeholder pilpres adalah para peserta. Termasuk ucapan tim sukses capres yg bukan hanya bersifat rasialis namun juga seolah-olah sudah tahu hasil pilpres," pungkasnya. [ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !