inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Adrianus Bias Prasuryo

BHP Billiton Sentimen Negatif BUMI

Headline
Adrianus Bias Prasuryo - Dok/Pribadi
Oleh: Ahmad Munjin
Jumat, 3 Juli 2009 | 11:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kesiapan PT Bumi Resources (BUMI) mengakuisisi tambang batubara milik BHP Billiton, dinilai memberatkan keuangan perseroan. Emiten batubara ini pun diperkirakan akan berakhir negatif akhir pekan ini. Rekomendasi hold untuk BUMI.

Adrianus Bias Prasuryo, analis teknikal dari eTrading Securities mengatakan, pelemahan BUMI hari ini terjadi menyusul rencana perseroan yang siap mengakuisisi tambang batu bara milik BHP Billiton di Kalimantan.

Pelaku pasar menilai BUMI belum memiliki daya finansial yang kuat untuk membeli perusahan tambang, terutama setelah tiga akuisisi sebelumnya. Karena itu, menurut saya BUMI berpotensi melemah ke level 1.800, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Jumat (3/7) sesi siang, saham BUMI melemah 50 poin (2,7%) ke level Rp1.790, setelah menyentuh level terendah di Rp1.750 per unitnya. Volume transaksi mencapai 285.006 unit senilai Rp254 miliar dan frekuensi 3.795
kali.

Berikut wawancara INILAH.COM dengan Adrianus Bias Prasuryo.

Bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI hari ini?
Saya rasa BUMI secara teknikal masih berada dalam pola konsolidasi. Saham BUMI akan bergerak pada kisaran Rp 1.780 hingga Rp 1.850-an. Kalaupun naik tidak akan melampau level ini. Tapi BUMI cenderung melemah daripada menguat. Setelah menembus support pertama di level Rp 1.800, BUMI akan menguji level berikutnya di Rp 1.670. Rekomendasi saya untuk BUMI, hold.

Apa pelemahan ini terkait sentimen rencana akuisisi BHP Billiton?
Ya. Pelemahan ini disebabkan kabar BUMI akan mengakuisisi tambang batu bara milik BHP Billiton di Kalimantan. Langkah itu menjadi sentimen negatif karena pada dasarnya BUMI belum memiliki kekuatan finansial yang cukup untuk membeli perusahan tambang, setelah tiga akuisisi awal tahun ini.
Kemampuan finansial internal seperti kas sudah terbatas sehingga membahayakan sistem keuangan BUMI jangka pendek. Apalagi, jika BUMI benar-benar mengakuisisi tambang ini. Karena itu, sudah dipastikan BUMI akan membiayainya dengan utang. Hal itu akan semakin memberatkan ballance sheet perusahaan. Itu masalah utamanya. Karena itu, BUMI masih akan melemah hari ini.

BUMI juga telah menyiapkan dana sebesar US$ 400 juta - US$ 1 miliar untuk penambangan emas di daerah Sulawesi. Apa pendapat Anda?
Menurut saya, penambangan emas di Sulawesi masih merupakan poin jangka panjang. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, lebih bijak bila BUMI masih konsentrasi pada sektor batu baranya. Fokus pada operasional intinya di tambang batu bara.

Apa ada sentimen negatif dari dividen BUMI yang menurut beberapa pihak terlalu kecil?
Ya. Investor kecewa terhadap dividen BUMI yang terlalu kecil, Rp 50 per unit. Jadi, sentimen market sendiri lebih cenderung ke hasil RUPS yang menetapkan dividen itu. Selain karena alasan secara teknikal BUMI memang berada dalam tren bearish jangka pendek, konsolidasi.
Sentimen harga minyak yang sekarang berada di level US$ 70 per barel, juga tidak berpengaruh banyak pada pergerakan BUMI. Karena, harga minyak mentah dunia saat ini sudah terfaktorkan hampir di semua perusahaan di BEI. Kisaran minyak pada level ini sudah terjadi lebih dari sepekan terakhir. Jadi memang sudah terfaktorkan. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
Warren Buffet @ Minggu, 5 Juli 2009 | 12:40 WIB
Sy baca ulasan anda ini sbg komentator bukan ulasan dgn wawasan bisnis ke depan. Kalau BUMI diversifikasi ke tambang emas, justru sangat bagus utk wkt y.a.d. Kalau mslh dana, bukankah BUMI akan menggandeng 2 investor LN? Anda hrs tahu, cadangan terukur batubara BUMI 30 thn lg habis!, jd langkah ke emas ini tepat, termsk renc.beli saham Newmont jg. Diversifikasi ini tepat (apalagi sama2 bid.tambang), ini akan mengurangi resiko harga. Jg antisipasi dgn kemajuan teknologi, siapa tahun 10 thn ke depan, batubara ditinggalkan, dgn energi matahari atau biofuel? Astra (otomotif) sj punya CPO (AALI) dan persh.tambang (Pama Persada), Indofood pny CPO (LSIP) dan susu Indomilk (Indolakto).WIKA jg pny perh.batubara dan tiang pancang, tdk tergantung hny konstruksi, Diversifikasi yg tepat sngt penting. Anda sebaiknya beri ulasan yg berwawasan bisnis, pendpt anda dangkal dan terll pribadi.Investor kita jg msh "kurang pintar", ikut2an saja.
bomby @ Jumat, 3 Juli 2009 | 21:11 WIB
Investor saham indonesia masih bodoh2, lha BUMI mau mangakuisisi BHP Billiton kan akan berprospek sangat bagus, kenapa harga saham BUMI menjadi tertekan?, atau memang ulah bandar2 tolol yg menekan harga untuk collect dibawah?, hati2 permainan bandar yang sangat kejam....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.