INILAH.COM, Jakarta Kendati Bank Indonesia (BI) memangkas BI rate 25 basis poin, indeks saham masih tercemplung di kubang merahnya. Aksi profit taking, memburuknya bursa global dan regional, serta merosotnya harga minyak menekan pergerakan bursa.
Pada perdagangan Jumat (3/7) sesi siang, IHSG ditutup melemah 7,260 poin (0,35%) ke level 2.058,493. Indeks LQ 45 turun 1,089 poin (0,27%) ke level 401,019 dan indeks JII turun 0,2% menjadi 328.9. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp 1,326 triliun, dengan volume 2,175 miliar lembar saham dan frekuensi 36.653 kali. Sebanyak 48 saham naik, 112 saham turun dan 47 saham stagnan.
Hampir semua sektor menunjukkan pelemahan, hanya tiga yang masih menghijau, yaitu sektor infrastruktur, aneka industri dan sektor perdagangan. Sedangkan koreksi bursa dipimpin sektor pertambangan dan perkebunan yang masing-masing anjlok 1,9%, disusul sektor industri dasar yang merosot 1%, konsumer 0,8%, properti 0,75%, dan finance 0,23%.
Melemahnya saham sektor komoditas dipicu turunnya harga minyak mentah dunia, yang menyeret harga komoditas lain. Harga minyak Nymex dinihari tadi ditutup turun US$2.58 (4%) di level US$66.73/barel. Demikian juga harga nikel di LME yang turun US$235 (1,47%) menjadi US$15,775 per metrik ton dan harga CPO di Malaysia melemah RM74 (3,27%) menjadi RM 2.186 per ton.
Bayu Nugroho, Fund Manager PT Valbury Asia Securities memprediksikan IHSG pada penutupan sore nanti masih akan bergerak sideways. Transaksi cenderung tipis karena pelaku pasar masih menunggu hasil Pilpres 8 Juli.
"Indeks masih akan bergerak di kisaran saat ini antara level 2.080 sampai 2.040," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
BI rate yang dipangkas 25 basis poin diyakini akan berpengaruh positif terhadap saham sektor perbankan. Namun sentimen ini tidak dapat membuat indeks naik signifikan karena volume transaksi yang tipis.
"Sejak kemarin memang tampak adanya beberapa emiten perbankan yang naik, namun terbatas, ujarnya.
BI siang tadi memutuskan menurunkan BI Rate 25 bsp menjadi 6,75%. Keputusan itu diambil seiring membaiknya laju inflasi dan indikasi pemulihan ekonomi.
Sejak awal tahun, BI memang terus menurunkan BI rate secara agresif sebanyak 200 bps. Per Januari, BI rate berada di 8,75%, Februari 8,25%, Maret 7,75%, April 7,50%, Mei 7,25%, dan Juni lalu di 7%.
Akhir pekan ini, Bayu memprediksi beberapa saham perbankan akan naik dan menjadi penggerak bursa, terutama untuk bank yang memiliki kekuatan pada sektor kredit. Pasalnya, dengan turunnya BI rate, maka perbankan dapat lebih agresif mengucurkan kredit.
Saham pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Danamon. Rekomendasi juga diberikan untuk PT Bank Central Asia (BBCA) yang sempat terkoreksi cukup dalam.
"Untuk saham-saham tersebut saya rekomendasikan buy on weakness," ujarnya.
Adapun pergerakan negatif indeks Dow Jones yang diikuti pelemahan bursa Asia turut mendorong terjadinya tekanan jual di bursa saham Indonesia. Bursa AS melemah 2% lebih atas kekhawatiran pasar setelah data pengangguran AS meningkat hingga level tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Yield obligasi turun, di tengah langkah risk averse oleh pelaku pasar.
Analis Danareksa Lisa Yulianingrum memperkirakan IHSG hari ini akan ditutup di teritori negatif, setelah kemarin ditutup menguat tipis sebesar 5,87 poin (0,28%) menjadi 2.065,75.
"IHSG hari ini akan bergerak dengan level support dan resisten di angka 2.047-2.090," katanya.
Hal senada diungkapkan tim riset Asia Securities yang menuturkan, IHSG masih akan terkoreksi. Selain faktor negatif dari bursa regional, beberapa indikator teknikal menunjukan IHSG sudah berada pada posisi jenuh beli (overbought).
"IHSG akan bergerak dengan major support di 2.039,25 dan major resistance 2.096,27," ujarnya.
Sahamsaham unggulan yang siang ini terpantau turun signifikan adalah saham Bank Danamon (BDMN) turun 3,83% di Rp4.400, Elnusa (ELSA) turun 2,94% di Rp1.790, Tambang Bukit Asam (PTBA) turun 2,6% di Rp11.250, Adhi Karya (ADHI) turun 2,3% di Rp425, dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang turun 1,77% di level Rp 19.350. [L1]