INILAH.COM, Jakarta - Banyak negara yang mengakui jalannya demokrasi di Indonesia layak mendapatkan acungan jempol. Pemerintah pun meyakinkan bahwa tak ada yang perlu ditutupi dengan mengundang sejumlah pemerintah asing untuk berbagi pengalaman mengikuti jalannya pilpres.
"Lima puluh pejabat senior dari 27 negara akan mengikuti kegiatan Indonesia Election Visitor Program (EVP) atas undangan Pemerintah Indonesia," demikian rilis tertulis Deplu yang dilansir situs resminya, Jumat (3/7).
Dalam kegiatan itu, negara peserta akan mengikuti workshop bertema 'Indonesian Presidential Election: A Democratic Assessment'. Beberapa hal yang akan dibahas antara lain reformasi dan pembangunan politik, peraturan Pemilu, serta tentang dinamika politik lokal di Indonesia.
Peserta EVP juga akan diajak melihat langsug pelaksanaan Pilpres di beberapa TPS di wilayah Tangerang, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Ujung Pandang, dan Banyu Asin Palembang. Kegiatan ini merupakan kelanjutan rekomendasi pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) yang dilaksanakan pada 1011 Desember 2008 lalu.
"Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk berbagi pengalaman dengan negara lain di kawasan. Oleh karenanya, proses Pilpres 8 Juli mendatang merupakan wahana yang tepat untuk berbagi pengalaman tersebut," lanjut pernyataan itu.
Negara-negara peserta EVP adalah Afghanistan, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, China, Filipina, Irak, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Korea Selatan, Kuwait, Laos, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Papua Niugini, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, UAE, Uzbekistan, dan Vietnam.
Kegiatan kerjasama Deplu dengan Institute for Peace and Democracy (IPD) ini akan dilangsungkan di Hotel Sheraton Bandara, mulai 6 hingga 9 Juli 2009 dan akan dibuka oleh Menlu Hassan Wirajuda. [vin]