INILAH.COM, Jakarta - Hingga kini pelelangan saham dua anggota bursa (AB) yang dimiliki PT Patalian Water Securindo dan PT United Asia Securities masih belum terwujud.
Namun Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan harga yang ditawarkan sebesar Rp 5 miliar untuk tiap saham, masih lebih rendah dibanding harga bukunya.
Menurut Direktur Utama BEI Ito Warsito, harga buku saham BEI adalah sebesar Rp 7,1 miliar. "Bisa ditanyakan kepada calon pembelinya, kenapa tidak mau beli?" ujarnya ketika ditemui di Gedung BEI Jakarta, Jumat (3/7).
Dengan adanya penjualan dua saham tersebut, maka ada dua kursi kosong di pemegang saham bursa. "Penjualan saham yang kosong kan bisa melalui lelang atau penunjukkan langsung. Kalau kita itu ikut aturan saja," ujarnya.
Sebelumnya, sejak Januari lalu, BEI masih menunda pelelangan saham atas alasan memastikan kesiapan calon AB. Adapun empat perusahaan yang telah menyatakan kesediaannya untuk
mengikuti lelang tersebut pada November 2008 adalah PT Monex, PT Evio Securities, PT Peak Securities, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Namun PNM tidak lolos karena persyaratan yang belum terpenuhi.
Persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan efek untuk dapat mengikuti lelang antara lain telah memiliki izin sebagai perantara pedagang efek dan atau penjamin emisi efek dari Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan memiliki sumber daya manusia (SDM) dan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) yang memenuhi aturan pasar modal. [mre/cms]